INFOTREN.ID - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyampaikan kecaman keras atas kasus dugaan pencabulan yang melibatkan AS, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terhadap sejumlah santriwati.

Dugaan tindak pidana serius ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat mengingat lokasi kejadian yang merupakan institusi pendidikan berbasis agama.

Moeldoko secara tegas menyuarakan penolakannya terhadap tindakan yang dilakukan oleh seorang figur pemimpin di lembaga pendidikan tersebut.

"Saya mengecam tindakan pelaku yang notabene adalah seorang pemimpin di lembaga pendidikan," ujar Moeldoko dalam keterangan resminya pada hari Kamis, 7 Mei.

KSP Moeldoko juga menyoroti persoalan fundamental mengenai relasi kuasa yang seringkali terjadi dalam kasus-kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, lembaga pendidikan, termasuk pesantren, seharusnya menjadi zona aman bagi seluruh peserta didik dari segala bentuk ancaman dan penyalahgunaan wewenang.

Beliau menekankan bahwa penyalahgunaan otoritas oleh pihak yang memiliki kuasa dalam struktur pesantren merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan.

"Relasi kuasa seperti ini amat intimidatif dan harus diusut secara tuntas," tegas Moeldoko.

Prioritas utama dalam penanganan kasus ini, menurut KSP, harus diarahkan pada perlindungan maksimal bagi para korban yang terdampak.