INFOTREN.ID - Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan kereta api dan truk terjadi di Kota Blitar, Jawa Timur, pada Selasa malam (28/4/2026). Peristiwa ini melibatkan KA 408 Commuter Line Dhoho dengan rute perjalanan dari Kertosono menuju Malang.

Kecelakaan tersebut berlangsung di perlintasan resmi yang dijaga, tepatnya di JPL 190 KM 120+448, antara Stasiun Blitar dan Garum. Menurut keterangan resmi, insiden ini terjadi pada pukul 21.35 WIB, saat petugas sedang bersiap menutup palang pintu.

Insiden bermula ketika sebuah truk berwarna kuning dengan bak biru secara sengaja menerobos palang pintu yang proses penutupannya belum selesai. Tindakan nekat ini kemudian berujung pada mogoknya kendaraan tersebut tepat di tengah jalur rel kereta api.

"Pada saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak preipal dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api," jelas Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.

Petugas penjaga perlintasan yang melihat situasi darurat tersebut segera membunyikan Semboyan 3 atau tanda darurat sebagai upaya menghentikan laju kereta. Namun, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan lagi.

Dampak dari benturan tersebut menyebabkan lokomotif KA 408 mengalami kerusakan teknis serius, salah satunya adalah patahnya komponen plug kran. Hal ini mengakibatkan kereta api sempat terhenti total di lokasi kejadian sesaat setelah tabrakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, baik dari penumpang maupun masinis dan asisten masinis. Pengemudi truk juga dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum kereta api tiba.

"Tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam kejadian itu. Pukul 23.48 WIB KA 408 CL Dhoho diberangkatkan kembali dari Stasiun Blitar," ujar Tohari.

Proses evakuasi truk dari jalur rel berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB, disusul dengan perbaikan darurat pada lokomotif. Kereta Dhoho kemudian dijalankan mundur ke Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas untuk pemeriksaan menyeluruh sebelum melanjutkan perjalanan menuju Malang.