INFOTREN.ID - Dua warga negara (WN) Tiongkok berhasil diringkus oleh pihak kepolisian dan imigrasi setelah terlibat dalam aksi pencurian di sebuah rumah mewah yang sedang kosong di kawasan Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat. Modus unik yang mereka gunakan dalam melancarkan kejahatan tersebut adalah dengan mengenakan topeng wajah bintang sepak bola terkenal, Lionel Messi.

Aksi pencurian ini terjadi pada tanggal 22 Maret lalu, sekitar pukul 20.45 WIB, ketika pemilik rumah yang merupakan seorang pengusaha sedang berada di luar negeri, tepatnya di Tiongkok. Pemilik rumah mengetahui kejadian pembobolan tersebut setelah menerima notifikasi alarm yang terhubung langsung ke ponselnya.

Total kerugian yang diderita oleh pemilik rumah akibat pencurian ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni hampir melebihi Rp1 miliar. Barang-barang berharga yang berhasil digasak oleh para pelaku meliputi berbagai jenis logam mulia dan uang tunai dalam jumlah besar.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa total ada tiga pelaku yang terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, terlihat dua pelaku memiliki postur tubuh tegap dan tinggi, sementara satu pelaku lainnya memiliki postur yang lebih pendek.

"Jadi, berdasarkan di dalam CCTV rumah, berdasarkan analisa, ada terlihat dua orang pelaku berbadan tegap dan tinggi, sedangkan satu orang lainnya berbadan pendek," jelas AKP Aji Riznaldi saat jumpa pers di Mapolresta Bogor pada Selasa (5/5).

AKP Aji juga mengonfirmasi mengenai ciri khas para pelaku yang memicu perhatian publik. "Kemudian ketiga pelaku menggunakan topeng bergambar wajah pemain sepakbola Argentina, Lionel Messi," ucapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil dicuri antara lain adalah 10 jam tangan merek JC, logam mulia seberat 150 gram, lima buah cincin emas, enam atau lebih aksesori emas, tiga buah gelang emas, serta uang tunai total Rp510 juta. Selain itu, pelaku juga membawa kunci cadangan mobil Expander, STNK motor Honda Vario, tiga buah SIM, dua SIM C milik korban, dan satu liontin emas 1 gram.

"Kerugian yang dialami oleh korban ini berkisar hampir lebih dari Rp1 M," kata AKP Aji Riznaldi.

Dilansir dari detik.com, setelah melakukan aksinya pada 22 Maret, para pelaku dilaporkan langsung terbang ke negara asal mereka keesokan harinya. Namun, sekitar satu bulan kemudian, dua dari empat pelaku kembali masuk ke wilayah Indonesia.