INFOTREN.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait penyebab utama kecelakaan fatal yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) di area Stasiun Bekasi Timur. Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada dugaan adanya permasalahan pada sistem persinyalan di lokasi kejadian.

Pihak KNKT mengonfirmasi bahwa aspek persinyalan menjadi salah satu materi krusial yang sedang didalami oleh tim investigasi mereka di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah kegagalan teknis pada sinyal menjadi faktor penentu dalam insiden yang terjadi.

Humas KNKT, Arif Iskandar, menyampaikan bahwa tim investigator sudah berada di lokasi untuk mengumpulkan data dan melakukan pemeriksaan teknis. Ia menegaskan bahwa masalah persinyalan sedang menjadi perhatian utama dalam proses pengusutan ini.

"Saat ini tim investigator masih melakukan investigasi ke lapangan. Persinyalan juga salah satu aspek yang sedang didalami," ujar Arif Iskandar kepada awak media pada hari Kamis (30/4).

Arif Iskandar menambahkan bahwa KNKT belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai temuan awal dari investigasi yang sedang berjalan. Hasil investigasi secara komprehensif akan disampaikan kemudian sebagai dasar rekomendasi perbaikan.

Menurut Arif, semua temuan dari investigasi KNKT akan dipublikasikan melalui situs web resmi dan kanal komunikasi yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Rekomendasi keselamatan yang dihasilkan akan diserahkan kepada pihak-pihak terkait untuk tindak lanjut perbaikan ke depan.

Insiden ini menjadi sorotan publik setelah muncul kesaksian viral dari asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek melalui media sosial. Kesaksian tersebut menyebutkan adanya kejanggalan pada lampu sinyal ketika kereta melintas di area Stasiun Bekasi Kota sebelum tabrakan terjadi.

Asisten masinis tersebut menduga terjadi kesalahan sistem atau error pada persinyalan yang menyebabkan miskomunikasi dengan pusat kendali. Hal ini mengindikasikan adanya potensi kegagalan sistem yang tidak terduga sesaat sebelum tabrakan.

"Miskomunikasi, kayanya sinyalnya ada yang error," ucap pria yang disebut sebagai asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek dikutip lewat unggahan video akun X @txttransportasi.