INFOTREN.ID - Perjuangan gigih seorang siswi bernama Nurma dalam meraih mimpi melanjutkan pendidikan tinggi patut menjadi sorotan. Ia berhasil menembus ketatnya persaingan masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan bahkan memperoleh kesempatan kuliah gratis.
Kisah ini berawal dari kondisi ekonomi keluarganya yang mengharuskan Nurma ikut berkontribusi sejak dini. Setiap hari, Nurma harus bangun sebelum subuh untuk membantu aktivitas ekonomi keluarganya.
Aktivitas Nurma dimulai sekitar pukul 03.00 pagi, di mana ia membantu persiapan dagangan kacang milik orang tuanya. Setelah membantu pekerjaan rumah tangga dan persiapan jualan, barulah ia bisa fokus pada kewajiban utamanya sebagai seorang pelajar.
Fokus utama Nurma adalah menuntut ilmu, meskipun ia harus membagi waktu dengan tanggung jawab membantu keluarga. Kegigihan inilah yang menjadi kunci utama keberhasilannya dalam bidang akademik di sekolahnya.
Nurma menceritakan tentang rutinitasnya yang menuntut kedisiplinan tinggi dalam mengatur waktu. "Saya mulai bangun jam 3 pagi untuk membantu ibu menyiapkan kacang yang akan dijual," ujar Nurma.
Ia menambahkan bahwa proses persiapan jualan tersebut memakan waktu yang cukup signifikan sebelum ia bisa memulai belajar. "Setelah itu, saya baru bisa belajar, karena harus mengejar waktu sebelum sekolah dimulai," tambah Nurma.
Proses belajar yang dilakukan Nurma seringkali dilakukan di sela-sela kesibukannya dalam membantu operasional usaha keluarga. Hal ini menunjukkan dedikasi luar biasa Nurma terhadap cita-citanya menjadi mahasiswa UGM.
Kesungguhan Nurma dalam belajar akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Ia berhasil melewati proses seleksi penerimaan mahasiswa baru dan dinyatakan lolos di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.
Keberhasilan Nurma semakin lengkap karena ia tidak hanya diterima, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa membebani biaya orang tua. "Saya sangat bersyukur karena bisa lolos di UGM dan mendapatkan beasiswa penuh," kata Nurma.