INFOTREN.ID - Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda berbakat asal Kulon Progo yang berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam dunia pendidikan tinggi. Pemuda ini berhasil diterima di salah satu perguruan tinggi negeri favorit Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Prestasi ini menjadi lebih istimewa karena ia berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang sangat sederhana, di mana orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Keberhasilannya membuktikan bahwa semangat dan kegigihan dapat mengatasi berbagai tantangan ekonomi.

Fakta menarik terungkap bahwa perjuangan pemuda ini tidak hanya melawan keterbatasan finansial, tetapi juga menghadapi keraguan dari pihak keluarga terdekatnya. Sang ayah sempat menentang rencana ambisius anaknya untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Meskipun demikian, pemuda berprestasi ini akhirnya dapat menempuh pendidikan di UGM berkat dukungan penuh dari program beasiswa yang membebaskannya dari kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal ini berarti ia berhasil mendapatkan pendidikan tinggi tanpa biaya sepeser pun.

Ia berhasil mendapatkan status UKT nol rupiah, sebuah pencapaian signifikan yang memungkinkannya fokus total pada studinya tanpa dibebani biaya perkuliahan. Status ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat dan verifikasi kondisi ekonomi keluarganya.

Dikutip dari media, salah satu sumber menyebutkan mengenai tantangan awal yang dihadapi sang anak. "Awalnya saya ditentang oleh ayah saya karena beliau merasa kasihan dengan kondisi ekonomi keluarga dan menganggap kuliah itu mahal," ujar pemuda tersebut.

Kutipan tersebut menunjukkan adanya dilema antara harapan personal untuk menuntut ilmu dan pertimbangan praktis mengenai kesulitan ekonomi keluarga yang dihadapi orang tuanya. Namun, kegigihannya akhirnya membuahkan hasil manis.

Keberhasilan ini tidak hanya mengubah nasib dirinya sendiri, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi rekan-rekan sebayanya di Kulon Progo. Ia kini menjadi simbol bahwa akses pendidikan berkualitas dapat diraih oleh siapa pun, terlepas dari status sosial ekonomi mereka.

Dikutip dari media, pihak universitas memberikan apresiasi atas kegigihan mahasiswa tersebut dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Hal ini membuktikan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru telah berjalan berdasarkan prestasi akademik murni.