INFOTREN.ID - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia memberikan respons tegas mengenai adanya tuntutan dari beberapa kelompok mahasiswa yang menyerukan pembatalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini menggarisbawahi posisi pemerintah terpilih terkait salah satu janji kampanye utama mereka.
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, secara eksplisit menyatakan bahwa tuntutan penghentian program MBG tersebut dinilai keliru dan mustahil untuk diwujudkan saat ini. Hal ini didasarkan pada pertimbangan politik dan mandat yang diperoleh dalam pemilihan umum sebelumnya.
Program MBG merupakan salah satu janji kampanye inti yang diusung oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto selama kontestasi politik. Program ini diyakini menjadi salah satu faktor penentu yang berhasil menarik dukungan publik luas hingga memenangkan pemilihan.
"Tuntutan tersebut dinilai keliru dan mustahil untuk dipenuhi dalam konteks politik saat ini," tegas Muhammad Qodari mengenai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.
Qodari menjelaskan bahwa program strategis seperti MBG memiliki kedudukan yang sangat penting bagi pemerintahan yang baru akan berjalan. Program ini menjadi dasar legitimasi kuat bagi terpilihnya seorang pemimpin dalam sistem demokrasi yang ada.
Oleh karena itu, menurut pandangan Bakom RI, program yang menjadi fondasi utama kemenangan politik sulit untuk dicabut atau dihentikan secara sepihak di awal masa pemerintahan. Hal ini menyangkut kesinambungan visi dan misi yang telah disepakati publik.
Dilansir dari HOTNEWS.ID, penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah terpilih memandang MBG bukan sekadar kebijakan tambahan, melainkan sebagai mandat yang harus dijalankan. Keputusan ini mencerminkan komitmen terhadap janji yang telah disampaikan kepada masyarakat luas.
Program Makan Bergizi Gratis ini diposisikan sebagai salah satu pilar utama yang akan menjadi fokus implementasi kebijakan di periode mendatang. Implementasi program ini dianggap krusial untuk merealisasikan janji kampanye yang telah diperjuangkan.