INFOTREN.ID - Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Serang kini menjadi sorotan utama, khususnya di wilayah Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Kasemen. Warga setempat telah mengeluhkan kondisi penumpukan sampah yang telah berlangsung selama kurun waktu enam bulan terakhir.

Kondisi lingkungan yang memprihatinkan ini menimbulkan keresahan signifikan di tengah masyarakat. Akumulasi sampah yang tidak tertangani secara optimal ini dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi kualitas hidup warga.

Berdasarkan pengamatan langsung oleh tim media pada hari Rabu, tanggal 17 Juni 2026, terlihat jelas pemandangan tumpukan sampah yang menggunung. Penumpukan tersebut terpantau jelas membentang di sepanjang area Jalan Jati.

Keberadaan tumpukan sampah yang masif ini secara langsung berdampak pada kenyamanan lingkungan sekitar. Aktivitas harian warga menjadi terganggu akibat pemandangan yang tidak sedap dipandang mata tersebut.

Salah satu dampak paling nyata dari penumpukan sampah tersebut adalah munculnya aroma tidak sedap. Bau busuk tersebut dilaporkan mulai menyebar secara luas di area permukiman warga yang berdekatan dengan lokasi penumpukan.

Penyebaran bau tak sedap ini sangat mengganggu rutinitas dan kenyamanan para penduduk setempat. Hal ini menunjukkan adanya darurat sanitasi yang memerlukan respons cepat dari pihak berwenang terkait.

Menanggapi keresahan warga ini, pemerintah setempat telah memberikan janji aksi cepat untuk mengatasi permasalahan sampah yang telah menahun tersebut. Janji ini diharapkan segera diwujudkan demi mengembalikan kualitas lingkungan.

Dilansir dari HOTNEWS.ID, penumpukan sampah di pinggir jalan telah menjadi keluhan serius bagi warga di Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kondisi ini telah berlangsung selama kurun waktu enam bulan terakhir, menimbulkan keresahan publik.

"Kondisi ini telah berlangsung selama kurun waktu enam bulan terakhir, menimbulkan keresahan publik," demikian disampaikan oleh warga setempat merujuk pada akumulasi sampah yang terjadi.