INFOTREN.ID - Sebanyak sepuluh mobil dilaporkan mengalami insiden pecah ban dalam periode waktu yang berdekatan saat melintasi ruas Tol Jagorawi. Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah sempat viral di berbagai platform media sosial.
Insiden massal pecah ban tersebut diketahui terjadi diduga kuat sebagai dampak langsung dari kondisi perkerasan jalan yang mengalami kerusakan. Pihak pengelola jalan tol segera melakukan penelusuran untuk menindaklanjuti keluhan pengguna jalan.
Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Panji Satriya, mengonfirmasi jumlah kendaraan yang terdampak. Ia menyatakan bahwa dari sepuluh korban, baru lima di antaranya yang secara resmi mengajukan permintaan klaim ganti rugi.
"Sampai saat ini, tercatat 10 orang pengguna jalan yang mengalami pecah ban dalam periode waktu berdekatan. Namun hanya lima pengguna jalan yang mengajukan klaim," kata Panji Satriya, pada Minggu (3/5), sebagaimana dikutip dari Detik.
Panji Satriya menambahkan bahwa sebagian besar pengguna jalan lain yang terdampak hanya mengalami masalah minor. Korban-korban tersebut dilaporkan langsung mendapatkan penanganan dan bantuan dari petugas yang siaga di lapangan.
Jasa Marga menyatakan telah melakukan upaya proaktif menghubungi seluruh pengguna jalan yang terkena dampak dari kerusakan jalan tersebut. Proses administrasi untuk klaim sedang berjalan bagi mereka yang telah mengajukan kompensasi.
"Saat ini, seluruh pengguna jalan yang terdampak telah dihubungi oleh petugas Jasa Marga. Dan yang mengajukan klaim sedang dalam tahap melengkapi administrasi yang dibutuhkan, sebagai proses dari klaim penggantian," tutur Panji Satriya.
Penyebab utama dari serangkaian pecah ban ini ditegaskan Panji Satriya disebabkan oleh kerusakan pada struktur perkerasan jalan. Sebagai respons, Jasa Marga mengklaim telah melakukan perbaikan di sejumlah titik yang teridentifikasi bermasalah.
Peristiwa pecah ban massal ini dilaporkan mulai diterima informasinya oleh pihak pengelola jalan tol pada Kamis (30/4). Laporan awal diterima oleh petugas sekitar pukul 17.40 WIB, memicu respons cepat dari tim di lapangan.