INFOTREN.ID - Kebakaran besar yang telah melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, kini menjadi fokus penanganan darurat yang sangat serius dari otoritas terkait.
Saat ini, petugas gabungan dari berbagai instansi terus berupaya maksimal di lapangan guna mengendalikan kobaran api yang masih membara di area pembuangan sampah tersebut. Upaya pemadaman konvensional terus dilakukan sembari menunggu dukungan tambahan yang lebih masif.
Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penanganan, operasi pemadaman kebakaran kini diperkuat dengan dukungan aset udara yang signifikan. Langkah ini diambil mengingat luasnya area yang terbakar dan sulitnya akses di lokasi TPA.
Operasi pemadaman melalui udara dijadwalkan akan kembali dilaksanakan pada hari ini, dengan melibatkan secara khusus dua unit helikopter yang dilengkapi dengan sistem pengebom air atau water bombing. Pengerahan aset udara ini diharapkan mampu menjangkau titik api yang sulit dijangkau dari darat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, secara resmi mengonfirmasi pengerahan aset udara tersebut untuk memperkuat respons darurat yang sedang berlangsung. Konfirmasi ini menjadi penanda eskalasi upaya penanggulangan.
"Pengerahan aset udara ini dilakukan untuk memperkuat respons darurat," ujar Abdul Muhari, menggarisbawahi pentingnya dukungan helikopter dalam situasi ini.
Dukungan udara yang melibatkan dua helikopter water bombing ini menunjukkan tingkat keseriusan pemerintah dalam menanggulangi insiden kebakaran yang terjadi di fasilitas vital tersebut. Fasilitas TPA merupakan infrastruktur penting dalam pengelolaan limbah daerah.
Dilansir dari HOTNEWS.ID, upaya pemadaman ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak untuk segera memadamkan api dan memulihkan kondisi normal di sekitar TPA Jatiwaringin. Semua sumber daya dikerahkan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.