INFOTREN.ID - Tim Nasional Belgia berhasil menunjukkan ketangguhan mental mereka dengan mengamankan kelolosan ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kepastian ini diraih setelah mereka menjalani pertandingan yang sangat menegangkan melawan tim kuat dari Afrika, Senegal.
Pertandingan krusial tersebut diselenggarakan di Jakarta, menjadi saksi perjuangan luar biasa dari skuad Belgia untuk menghindari kegagalan total di awal turnamen bergengsi tersebut. Situasi sempat memburuk bagi The Red Devils karena terancam tersingkir dini.
Kondisi tim Belgia sempat berada di ambang kekalahan mutlak ketika mereka masih tertinggal dua gol menjelang berakhirnya waktu normal pertandingan. Kekalahan pada momen itu dipastikan akan langsung memadamkan mimpi mereka untuk melaju lebih jauh di ajang kompetisi internasional ini.
Senegal berhasil mengambil kendali permainan dan unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Habib Diarra pada menit ke-25. Keunggulan satu gol tersebut membuat Belgia harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan mereka.
Keadaan semakin sulit bagi Belgia ketika Ismaila Sarr menggandakan keunggulan Senegal pada menit ke-51. Gol kedua tersebut membuat papan skor berubah menjadi 0-2, memberikan keunggulan signifikan bagi wakil Afrika tersebut.
Penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois, dilaporkan tidak mampu menahan dua tendangan keras yang dilepaskan oleh para pemain Senegal dalam situasi krusial tersebut. Hal ini menunjukkan efektivitas serangan yang ditunjukkan oleh tim lawan.
Dilansir dari HOTNEWS.ID, keberhasilan Belgia lolos ke fase gugur ini menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit di saat-saat paling genting. Mereka menunjukkan semangat juang tinggi dalam upaya menghindari eliminasi dini tersebut.
Dikutip dari HOTNEWS.ID, "Belgia berhasil mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melalui laga yang sangat menegangkan melawan Senegal," menggarisbawahi betapa dramatisnya hasil akhir pertandingan tersebut.
Dikutip dari HOTNEWS.ID, "Kekalahan ini akan langsung mengubur mimpi mereka di ajang bergengsi tersebut," merujuk pada potensi eliminasi yang sangat nyata jika Belgia gagal membalikkan keadaan di lima menit terakhir waktu normal.