INFOTREN.ID - Menjelang masa transisi mahasiswa tingkat akhir memasuki dunia profesional, platform penyedia lapangan kerja Jobstreet by SEEK mulai menyuarakan pentingnya perbaikan kualitas program magang di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengalaman belajar mahasiswa benar-benar bermakna dan sesuai dengan standar etika ketenagakerjaan.
Jobstreet secara spesifik mendorong perusahaan untuk merancang program magang yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri, tetapi juga adil dalam hal kompensasi yang diberikan kepada peserta. Kunci utama dalam menarik serta mempertahankan talenta muda berkualitas adalah melalui program yang berfokus pada pembelajaran substantif dan kepatuhan terhadap regulasi.
Temuan dari Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 menjadi landasan utama bagi dorongan ini, memberikan acuan bagi perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia masa depan. Hasil survei ini menyoroti ekspektasi para pencari kerja, terutama dari generasi muda atau Gen Z, mengenai pengalaman magang yang etis.
Perusahaan didesak untuk menghindari praktik yang mengarah pada eksploitasi dengan memanfaatkan status mahasiswa sebagai alasan untuk memberikan kompensasi yang minim atau tidak layak. Praktik ini seringkali disamarkan dengan kedok kesempatan belajar atau pengembangan diri.
Penyediaan kompensasi yang layak merupakan salah satu strategi krusial yang harus diterapkan perusahaan untuk memastikan program magang mereka menjadi magnet bagi talenta terbaik di pasar kerja. Program yang baik harus mencerminkan nilai investasi perusahaan pada calon karyawan.
"Program magang yang berfokus pada pembelajaran, kepatuhan, dan kompensasi yang layak menjadi strategi krusial untuk menarik talenta muda," demikian hasil temuan yang disampaikan oleh Jobstreet. Hal ini menekankan bahwa aspek finansial tidak dapat diabaikan dalam kerangka pembelajaran.
Tujuan dari dorongan ini adalah untuk memberikan tolok ukur yang jelas bagi korporasi dalam menyusun kerangka kerja magang yang bertanggung jawab. Ini sekaligus menjawab keresahan yang selama ini dialami oleh para pencari kerja mengenai kualitas pengalaman magang.
Perusahaan yang menerapkan standar tinggi pada program magangnya dinilai lebih siap dalam merekrut dan membentuk talenta yang sesuai dengan visi jangka panjang organisasi mereka. Keadilan dalam kompensasi akan meningkatkan loyalitas dan motivasi peserta magang.
Dilansir dari JakartaHype.com, fokus utama Jobstreet adalah memastikan bahwa pengalaman magang dapat menjadi jembatan yang kuat menuju pekerjaan penuh waktu, bukan sekadar menjadi sumber tenaga kerja murah tanpa kompensasi setara.