INFOTREN.ID - Menjelang perayaan Idul Adha 2026, strategi penggalangan dana kurban mulai mengalami pergeseran signifikan dengan memanfaatkan ruang publik perkotaan yang ramai. Langkah ini diambil oleh beberapa lembaga sosial untuk memperluas jangkauan dan mengedukasi masyarakat urban mengenai pentingnya pemerataan distribusi hewan kurban.

Salah satu inisiatif yang menerapkan strategi "jemput bola" ini adalah MyFundAction melalui program unggulan mereka, Qurban Care for Ummah (QC4U). Program tersebut diwujudkan dalam kegiatan yang diberi nama Sabiku in Action, yang secara aktif digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta.

Kegiatan Sabiku in Action ini telah diselenggarakan sebanyak dua kali dalam rangkaian penyelenggaraan CFD di kawasan tersebut. Tujuan utamanya adalah mengintegrasikan edukasi sosial ke dalam aktivitas masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.

Rangkaian acara dimulai dengan sesi jalan santai atau fun walk yang melintasi rute populer, yakni dari area Patung Jenderal Sudirman hingga mencapai Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebelum kembali ke titik awal. Aktivitas ini dirancang lebih dari sekadar olahraga bersama.

Relawan yang dikenal dengan sebutan 'Pasukan Kuning' karena atribut khas mereka, turut menyediakan layanan kesehatan gratis di sepanjang rute kegiatan. Mereka juga membagikan paket nutrisi tambahan seperti susu dan pisang kepada peserta sambil memberikan wawasan tentang distribusi kurban yang tepat sasaran.

Ketua Pelaksana Sabiku in Action MyFundAction, Muhammad Fauzan, menyampaikan bahwa pemilihan ruang publik seperti CFD terbukti sangat efektif untuk menjangkau segmen masyarakat urban. Menurutnya, kesadaran kelompok ini terhadap dampak sosial dari ibadah kurban telah meningkat pesat.

"Melalui interaksi di lapangan, kami ingin menyampaikan bahwa kurban memiliki peran nyata dalam membantu mengatasi masalah sosial. Penyalurannya dirancang untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan negara yang sedang mengalami krisis kemanusiaan, guna membantu mengurangi kerawanan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Muhammad Fauzan.

Lebih lanjut, Muhammad Fauzan menjelaskan bahwa fokus program kurban yang mereka kelola tidak hanya terbatas pada wilayah perkotaan saja. Prioritas utama penyaluran diarahkan untuk menjangkau kawasan pelosok di Indonesia serta menyentuh kelompok masyarakat prasejahtera di berbagai negara yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Untuk meningkatkan partisipasi publik, panitia juga menyajikan permainan interaktif yang disisipi informasi penting mengenai sistem penyaluran hewan kurban, peta distribusi, hingga program kurban yang bersifat global. Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan di lokasi acara.