INFOTREN.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan komitmennya terhadap inovasi berkelanjutan melalui penemuan terbaru di bidang pengelolaan sampah dan ketersediaan air. Para peneliti BRIN sukses mengembangkan sebuah metode untuk memanfaatkan sampah botol plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan.
Inovasi ini berfokus pada transformasi material plastik bekas menjadi komponen fungsional, khususnya sebagai media penyaring (filtrasi) air. Hal ini menjawab tantangan ganda, yaitu mengurangi volume sampah plastik dan menyediakan solusi penyaringan air yang terjangkau.
Penemuan ini merupakan hasil riset mendalam yang dilakukan oleh tim peneliti dari Pusat Riset Metalurgi, Material, dan Material Maju (Puslit Metalurgi, Material, dan Material Maju) BRIN. Mereka mengidentifikasi potensi besar dalam struktur material plastik yang sering dibuang sembarangan.
Tujuan utama dari pengembangan alat penyaring air berbasis sampah botol plastik ini adalah untuk menyediakan alternatif penyaringan yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Pendekatan ini sangat relevan mengingat tantangan akses terhadap air bersih masih menjadi isu krusial di berbagai daerah.
Salah satu peneliti utama yang terlibat dalam proyek ini menjelaskan bahwa prosesnya melibatkan modifikasi fisik dan kimiawi terhadap material botol plastik. Proses ini dirancang agar mampu menangkap partikel-partikel kontaminan yang ada di dalam air baku.
"Kami berhasil membuat bahan penyaring dari limbah botol plastik PET yang melalui proses tertentu sehingga memiliki kemampuan adsorpsi yang baik untuk menghilangkan kekeruhan air," ujar Nurul Hidayati.
Lebih lanjut, Nurul Hidayati menegaskan bahwa efektivitas alat ini telah diuji secara laboratorium untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan memenuhi standar tertentu. Fokusnya adalah pada peningkatan kualitas air minum di daerah yang minim infrastruktur pengolahan air.
"Saya harap teknologi ini bisa diadopsi oleh masyarakat luas karena bahan bakunya sangat melimpah dan biayanya relatif murah, sehingga ini bisa menjadi solusi tepat guna," kata beliau.
Penelitian ini dilaksanakan di fasilitas BRIN yang berlokasi di kawasan Jakarta. Meskipun waktu pasti dimulainya eksplorasi mendalam tidak dirinci, hasil signifikan dari proses modifikasi material ini telah berhasil dipublikasikan.