INFOTREN.ID - Intensitas hujan yang sangat tinggi melanda wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu sore, 24 Mei 2026. Peristiwa ini memicu serangkaian bencana alam, termasuk tanah longsor, banjir, serta tumbangnya infrastruktur kelistrikan.
Rentetan bencana ini dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan. Pihak berwenang segera mencatat sejumlah desa mengalami dampak yang cukup signifikan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Salah satu insiden longsor paling parah terjadi di Kampung Cimapag RT 03/09, Desa Loji. Longsoran tanah menggerus Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di lingkungan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Hadi.
Dampak dari longsor tersebut cukup besar, dengan ketinggian material longsor mencapai 8 meter dan lebar sekitar 10 meter. Material ini dilaporkan menimpa bahu jalan nasional pada Ruas Bagbagan-Kiaradua.
Meskipun jalan nasional tertutup sebagian material, akses lalu lintas dilaporkan masih terbuka untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan tinggi dari para pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
"Kendaraan roda dua maupun roda empat masih bisa melintas, namun kami mengimbau pengendara untuk berhati-hati. Akibat kejadian ini, satu unit bangunan PAUD Al Hadi berada dalam kondisi terancam susulan longsor," ujar Dandi Sulaeman selaku Petugas P2BK Simpenan.
Selain longsor, luapan air menyebabkan banjir di Desa Sangrawayang, merendam jalan desa menuju Kampung Ciporekat dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter. Arus air yang deras dilaporkan mulai menggerus lapisan aspal jalan desa tersebut.
Banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 40 sentimeter juga merendam jalur wisata penting Provinsi pada Ruas Loji-Geopark Ciletuh. Cuaca ekstrem ini juga menyebabkan kerusakan pada bangunan, di mana atap dapur salah seorang warga di Desa Cihaur dilaporkan ambruk.
"Bencana banjir dan longsor akibat hujan deras. Salah satu titik longsor terjadi di Kampung Cimapag RT 03/09, Desa Loji, di mana TPT (Tembok Penahan Tanah) Sekolah PAUD Al Hadi tergerus longsor setinggi 8 meter dan lebar 10 meter," jelas Dandi Sulaeman dalam keterangannya.