INFOTREN.ID - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal, secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kekebalan hukum di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan publik mengenai kedekatannya dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Penegasan ini disampaikan Hercules saat memberikan sambutan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 GRIB Jaya yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta. Momen tersebut menjadi panggung bagi Hercules untuk mengklarifikasi posisinya di mata hukum bangsa.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 10 Mei, di mana Hercules berulang kali mengutarakan poin krusial tersebut dalam pidatonya di hadapan para anggota GRIB Jaya. Ia ingin publik memahami bahwa status seseorang tidak serta-merta membuatnya berada di atas hukum.
Hercules secara eksplisit menyampaikan penolakannya terkait anggapan bahwa kedekatannya dengan Presiden RI ke-8, Bapak Prabowo Subianto, memberinya hak istimewa. Ia menekankan bahwa meskipun kepemimpinan negara kini dipegang oleh Prabowo, ia tetap harus mematuhi koridor hukum yang berlaku.
"Saya Hercules tidak kebal hukum," ucap Hercules, menegaskan komitmennya untuk tunduk pada supremasi hukum yang berlaku di Indonesia.
Lebih lanjut, ia menyatakan dengan lantang mengenai posisinya di hadapan otoritas hukum negara. "Presidennya Pak Prabowo, saya tunjukkan bahwa saya tidak kebal hukum!" seru Hercules dalam orasinya.
Dalam kesempatan yang sama, Hercules juga membantah keras tuduhan bahwa GRIB Jaya merupakan organisasi yang berlandaskan pada kegiatan premanisme. Ia merasa perlu meluruskan citra organisasi yang dipimpinnya tersebut.
Mengenai stigma negatif yang sering dialamatkan kepadanya, Hercules mengungkapkan kebingungannya karena merasa tidak memiliki rekam jejak buruk. "Saya sih bingung, saya enggak punya nilai catatan jahat di kepolisian," ungkap Hercules.
Ia melanjutkan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam tindakan merugikan masyarakat, penipuan, korupsi uang negara, maupun intimidasi warga untuk mengambil hak-hak mereka. "Saya itu merugikan masyarakat, menipu masyarakat, apa merampok uang negara, mengintimidasi rakyat, masyarakat untuk mengambil hak-hak mereka? Enggak ada," ungkap Hercules.