INFOTREN.ID - Sebuah guncangan signifikan dilaporkan terjadi di wilayah Provinsi Gorontalo pada Kamis pagi, 21 Maret 2024. Peristiwa seismik ini segera menarik perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan pemantauan lebih lanjut.

BMKG secara resmi mencatat bahwa gempa bumi yang melanda wilayah tersebut memiliki kekuatan mencapai magnitudo 5,6 pada skala Richter. Kekuatan ini termasuk kategori yang cukup besar untuk menimbulkan potensi dirasakan oleh masyarakat luas di area terdampak.

Peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 05.21 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Informasi waktu kejadian ini menjadi krusial bagi pihak berwenang untuk segera mengidentifikasi potensi dampak yang mungkin timbul.

Informasi awal yang dirilis menunjukkan bahwa getaran gempa tersebut berpotensi dirasakan oleh penduduk yang berada di beberapa titik di Provinsi Gorontalo. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada pasca kejadian.

Mengenai lokasi spesifik kejadian, BMKG telah mengidentifikasi pusat gempa atau episentrum berada pada koordinat geografis 0.76 Lintang Utara dan 122.68 Bujur Timur. Koordinat ini membantu dalam pemetaan zona rawan guncangan.

Faktor penting lainnya yang dianalisis BMKG adalah kedalaman hiposentrum gempa. Kedalaman pusat gempa merupakan salah satu variabel penentu seberapa kuat getaran dirasakan di permukaan bumi oleh warga.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, gempa bumi dengan skala magnitudo yang cukup besar ini tercatat pada pagi hari ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa Gorontalo masih berada dalam zona aktif seismik yang perlu diwaspadai.

Pihak BMKG menyatakan bahwa "Peristiwa guncangan ini tercatat terjadi tepatnya pada pukul 05.21 Waktu Indonesia Tengah (WITA)." Pernyataan ini menegaskan waktu pasti terjadinya gempa berdasarkan data resmi mereka.

Lebih lanjut, BMKG juga mengidentifikasi pusat gempa pada koordinat tertentu. "BMKG mengidentifikasi bahwa pusat gempa atau episentrum berada pada koordinat 0.76 Lintang Utara dan 122.68 Bujur Timur," ungkap perwakilan BMKG.