INFOTREN.ID - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia menuju Tanah Air akan segera dimulai, dengan maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, menjadi pelaksana utama melalui sepuluh embarkasi utama. Fokus utama dalam operasional kepulangan kali ini adalah memberikan layanan prioritas tertinggi bagi seluruh jemaah lanjut usia.
Struktur kuota haji Indonesia tahun ini memperlihatkan persentase jemaah yang tergolong lanjut usia cukup besar, sehingga maskapai berkomitmen penuh untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelompok ini sepanjang proses kepulangan dari Jeddah.
General Manager Garuda Indonesia Cabang Jeddah, Nano Setiawan, menyatakan komitmen maskapai terhadap peningkatan pelayanan bagi lansia. "Motto kita adalah bagaimana pelayanan terhadap lansia bisa lebih ditingkatkan. Ini menjadi prioritas kami karena memang kita sangat tahu persis 21 persen dari jumlah jemaah kita adalah lansia. Insyaallah kita akan perhatikan betul," ujar Nano Setiawan pada Jumat (22/5/2025).
Untuk menunjang mobilitas jemaah lansia, Garuda Indonesia telah menyiapkan infrastruktur pendukung khusus berupa dua unit pelayanan operasional di area bandara Jeddah. Fasilitas tambahan ini dihadirkan guna memastikan kenyamanan maksimal bagi para jemaah sebelum mereka menaiki pesawat.
Selain dukungan infrastruktur, mekanisme penanganan bagasi atau baggage sweeping juga disesuaikan agar lebih ramah lansia. Kebijakan ini diterapkan secara taktis agar jemaah tidak merasa terbebani dengan barang bawaan kabin saat bergerak dari plaza bandara menuju pos imigrasi.
Nano Setiawan menjelaskan lebih lanjut mengenai kebijakan penanganan bagasi tersebut. "Termasuk untuk bagasi sweeping pun nanti kita akan laksanakan untuk lansia tersebut, supaya dalam perjalanan dari plaza sampai ke posisi imigrasi, jemaah lansia tidak perlu membawa kabin bagasi lagi," jelas Nano Setiawan, General Manager Garuda Indonesia Cabang Jeddah.
Maskapai juga tetap menjaga ketepatan waktu penerbangan (on-time performance) sambil mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi standar keselamatan terkait batas berat bagasi. Ketentuan yang berlaku menetapkan koper besar maksimal 32 kilogram, koper kabin maksimal 7 kilogram, ditambah satu tas paspor untuk setiap jemaah.
Pihak maskapai menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan berat bagasi sangat krusial untuk menghindari pembongkaran ulang di lapangan yang berpotensi menyebabkan keterlambatan keberangkatan. Selain itu, jemaah juga dilarang keras memasukkan air zamzam maupun pengisi daya portabel ke dalam koper besar bagasi mereka.
"Kami berharap barang-barang bawaan di bawah itu sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk koper besar kita 32 kilo, untuk koper kabin kita 7 kilo, dan satu lagi adalah tas paspor. Ini penting supaya jangan nanti di lapangan terjadi pembongkaran bagasi," tegas Nano Setiawan, General Manager Garuda Indonesia Cabang Jeddah.