INFOTREN.ID - Piala Dunia 2026 telah menjadi panggung utama bagi dua raksasa perlengkapan olahraga dunia, Nike dan adidas, untuk memamerkan kekuatan mereka. Persaingan ini tidak terbatas pada dukungan terhadap tim nasional yang bertanding, melainkan meluas ke perebutan pasar global dalam penjualan produk-produk sepak bola.

Saat turnamen akbar ini memasuki fase-fase krusial, analisis pasar mulai menunjukkan peta persaingan yang menarik. Nike tampak unggul dalam aspek pemasaran, sementara adidas berhasil mendominasi perolehan penjualan, khususnya pada kategori jersey tim nasional.

Euforia yang diciptakan oleh ajang sepak bola terbesar di dunia ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi tiga merek besar: adidas, Nike, dan Puma. Namun, pertumbuhan penjualan adidas tercatat melampaui kedua pesaing utamanya.

Drake MacFarlane, seorang analis dari M Science, secara cermat memantau tren penjualan ini. Pemantauannya didasarkan pada data transaksi anonim yang dikumpulkan dari kartu kredit, kartu debit, dan rekening bank.

Pengamatan Drake MacFarlane mencakup berbagai saluran penjualan. Ini meliputi penjualan langsung kepada konsumen (direct-to-consumer) maupun melalui jaringan ritel yang luas.

"Analisis pasar menunjukkan dominasi Nike dalam aspek pemasaran, sementara adidas unggul dalam perolehan penjualan, terutama untuk kategori jersey tim nasional," ujar Drake MacFarlane.

"Euforia ajang sepak bola terbesar dunia ini memberikan dampak positif bagi ketiga merek besar, yaitu adidas, Nike, dan Puma, namun pertumbuhan penjualan adidas tercatat signifikan melampaui kedua pesaingnya," tambah Drake MacFarlane.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, persaingan ini menggambarkan strategi kedua perusahaan dalam memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk memperkuat posisi mereka di pasar perlengkapan sepak bola global.

Perbedaan strategi antara Nike dan adidas dalam memanfaatkan Piala Dunia 2026 patut menjadi studi kasus bagi para pelaku industri olahraga. Hal ini menunjukkan bagaimana inovasi pemasaran dan efektivitas penjualan dapat menentukan dominasi pasar.