INFOTREN.ID - Dua orang remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus deras saat tengah melakukan latihan mendayung di Sungai Laes, yang berlokasi di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Insiden tragis ini memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan di wilayah tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore, tanggal 23 Mei 2026, namun laporan resmi baru diterima oleh pihak berwenang pada Minggu sore, 24 Mei 2026. Kedua korban diduga kuat tengah berlatih menggunakan perahu jenis kayak ketika insiden tersebut terjadi.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi bahwa latihan dayung tersebut dilakukan dalam kondisi debit air sungai yang mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini diperparah dengan adanya arus yang cukup deras akibat curah hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai.

Dilansir dari Detikcom, sebelum laporan resmi masuk, pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri pada Minggu pagi. Upaya awal tersebut hanya menemukan petunjuk berupa sepeda motor korban di dekat Benowo Park dan sebuah dayung di Bendungan Sungapan.

Bendungan Sungapan tersebut diketahui lokasinya tidak terlalu jauh dari area latihan dayung yang biasa digunakan oleh para remaja tersebut. Penemuan barang-barang ini menjadi titik awal bagi tim SAR untuk mempersempit area pencarian.

"Kami menerima info ada remaja yang diduga tenggelam saat berlatih dayung. Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meninggi dan arus cukup deras akibat hujan di hulu sungai," kata Budiono dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Senin (25/5/2026).

Dugaan kuat penyebab utama kecelakaan adalah kondisi arus sungai yang terlalu kuat dan tak terkendali. Hal ini menyebabkan perahu kayak yang ditumpangi kedua korban diperkirakan terbalik, menyebabkan mereka terjatuh dan terbawa aliran air.

"Diduga perahu kayak yang dipakai buat berlatih terbalik dan mereka tercebur sungai dan terseret arus hingga tenggelam dan hilang," ujar Budiono.

Kedua remaja yang menjadi korban kecelakaan ini telah teridentifikasi sebagai Alfi (16) dan Alif (16). Keduanya merupakan warga Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kabupaten Pemalang, dan diketahui merupakan anggota aktif Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).