INFOTREN.ID - Tragedi kekerasan dalam rumah tangga mengguncang Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, setelah seorang ayah tega menganiaya putri kandungnya sendiri. Peristiwa memilukan ini melibatkan seorang pria berinisial RY (32) yang menikam anaknya, ARP (10), hingga mengalami luka kritis.
Aksi penikaman yang dilakukan RY terhadap buah hatinya dilaporkan terjadi sebanyak delapan kali tusukan. Menurut keterangan kepolisian, tindakan kekerasan ini dipicu oleh kondisi kejiwaan pelaku yang sedang terpengaruh narkotika jenis sabu.
Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Anton, membenarkan bahwa motif di balik penganiayaan tersebut adalah halusinasi yang dialami RY pasca mengonsumsi sabu. Pelaku sempat mengalami delusi bahwa korban bukanlah anak kandungnya sendiri.
"Jadi pelaku selesai mengonsumsi sabu, dia pulang dan merasa bahwa korban bukan anak kandung dia, maka dia melakukan penganiayaan tersebut," ujar Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Anton, Minggu (3/5) Dikutip dari detikSumbagsel.
Lebih lanjut, pemeriksaan awal terhadap RY menunjukkan adanya faktor kecemburuan terhadap sang istri sebagai pemicu tambahan dari halusinasi tersebut. Kombinasi pengaruh narkoba dan kecemburuan mendorong pelaku melakukan tindakan nekat.
"Pelaku ini berhalusinasi, dia baru saja mengonsumsi sabu. Jadi ada kecemburuan dengan istrinya dan saat melihat korban dia merasa bukan anak kandungnya hingga akhirnya terjadi penganiayaan," ujar Sendi.
Peristiwa penikaman tragis ini sendiri terjadi pada hari Rabu, 29 April, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban ARP sedang asyik menonton televisi di dalam rumah setelah kembali dari sekolah.
Pelaku RY dilaporkan baru saja pulang ke rumah dan langsung mendekati korban yang sedang santai tersebut. Tanpa diduga, RY segera menghujani tubuh anaknya dengan menggunakan pisau secara membabi buta.
"Pelaku ini pulang ke rumah melihat korban makan di depan televisi karena baru pulang sekolah. Sesaat kemudian pelaku langsung mendekati korban dan menghujani dengan pisau," kata Sendi.