INFOTREN.ID - Sebuah insiden besar terjadi di kawasan industri Kota Cilegon pada Senin, 26 Mei 2026, yang melibatkan ledakan di fasilitas milik PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI). Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran luas karena intensitas suara ledakan yang sangat kuat.
Ledakan tersebut dilaporkan terjadi tepat pada pukul 12.30 WIB, mengguncang area pabrik dan sekitarnya. Dampak suara dentuman terdengar sangat jauh, bahkan mampu menjangkau radius hingga tiga kilometer dari lokasi kejadian.
Selain dampak suara, warga di sekitar lokasi juga melaporkan adanya fenomena lain pasca-ledakan. Mereka mencium bau menyengat yang menyebar di udara, menambah kegelisahan mengenai potensi bahaya lingkungan yang timbul.
Sejumlah besar asap putih terlihat membubung tinggi ke angkasa setelah ledakan terjadi. Visual asap yang dominan ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat mengenai jenis bahan kimia yang mungkin terlibat dalam insiden tersebut.
Menanggapi kejadian darurat ini, pihak manajemen PT MCCI segera memberikan pernyataan resmi. Mereka mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa investigasi internal sedang dilakukan untuk mengetahui akar permasalahan secara rinci.
Dimas, perwakilan dari manajemen perusahaan, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendalami detail kejadian. "Memang tadi pukul setengah satu siang, 12.30, memang di kami ada kejadian, saat ini kami sedang investigasi. Bagaimana detailnya, seperti apa, nanti akan kami informasikan kemudian," ujar Dimas di Cilegon, Senin (26/5/2026).
Terkait visual asap putih yang membubung tinggi, manajemen memberikan klarifikasi teknis awal mengenai sumbernya. Mereka mengklaim bahwa material yang terlihat adalah uap air yang berasal dari sistem operasional pabrik.
Perwakilan perusahaan menjelaskan lebih lanjut mengenai klaim asap putih tersebut. "Saya coba koordinasi ke dalam itu tadi apa kok sampai ke atas gitu ya. Itu katanya efek dari steam turbin kami itu yang ke atas tadi yang warna putih itu adalah air. Kira-kira begitu," terangnya.
Saat ini, proses penyelidikan lebih lanjut terus berlanjut melibatkan otoritas terkait. Pemeriksaan teknis dilakukan bersama aparat kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kronologi pasti dan mengevaluasi dampak lingkungan yang mungkin terjadi.