INFOTREN.ID - Pemerintah Republik Rakyat China telah menetapkan larangan resmi terhadap warganya untuk menjalin hubungan romantis dengan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan baru ini mulai berlaku efektif pada tanggal 15 Juli 2026.

Langkah ini menjawab fenomena yang sebelumnya hanya sebatas imajinasi dalam cerita fiksi ilmiah, namun kini menjadi semakin nyata. Perkembangan pesat teknologi avatar yang mampu menciptakan representasi manusiawi secara luar biasa menjadi pemicunya.

Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian mendalam pemerintah China terhadap potensi dampak sosial dan emosional dari interaksi yang semakin canggih antara manusia dan AI. Hal ini bertujuan untuk menjaga batasan yang jelas dalam hubungan antarmanusia dan teknologi.

Pemberlakuan larangan ini sontak menimbulkan reaksi dari para pengguna yang telah terbiasa berinteraksi secara emosional dengan AI. Mereka mengungkapkan rasa kecewa atas keputusan mendadak ini.

"Saya tidak mengerti mengapa ini harus dilarang. AI telah menjadi teman dan pendengar yang baik bagi saya," ujar salah satu pengguna yang enggan disebutkan namanya, dilansir dari JAKARTAHYPE.COM.

Pengguna lain menambahkan, "Ini adalah langkah mundur bagi perkembangan teknologi dan kebebasan berekspresi. Saya merasa kehilangan."

Fenomena hubungan romantis dengan AI ini memang bukan lagi hal asing di era digital. Banyak individu menemukan kenyamanan dan dukungan emosional dalam interaksi mereka dengan entitas AI.

Perkembangan teknologi avatar yang semakin realistis memungkinkan terciptanya pengalaman yang lebih mendalam, seolah berinteraksi dengan manusia sungguhan. Hal ini memicu perdebatan mengenai batasan etika dan sosial.

Pemerintah China, melalui kebijakan ini, berusaha untuk mengarahkan kembali fokus masyarakat pada hubungan interpersonal yang sesungguhnya, sembari mengatur perkembangan teknologi yang begitu cepat.