INFOTREN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menerbitkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir utara Jakarta. Peringatan ini dikeluarkan sebagai antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir pesisir atau yang dikenal sebagai banjir rob.
Ancaman ketinggian air laut ini diprediksi akan berlangsung selama sepekan penuh, dimulai dari tanggal 1 Mei hingga tanggal 8 Mei 2026. Informasi ini sangat krusial bagi warga yang tinggal dekat garis pantai untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka.
Pemicu utama dari fenomena pasang air laut maksimum yang lebih tinggi dari kondisi biasanya ini adalah kombinasi dari dua peristiwa astronomi yang terjadi bersamaan. Peristiwa tersebut melibatkan fase Bulan Baru yang bertepatan dengan fenomena Perigee.
Perigee sendiri merupakan kondisi di mana jarak orbit Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. Gravitasi Bulan yang meningkat akibat kedekatan ini menjadi faktor signifikan dalam mendorong permukaan air laut naik secara ekstrem.
Hal ini menyebabkan terjadinya pasang air laut maksimum yang signifikan melebihi rata-rata pasang surut harian yang biasa terjadi di kawasan tersebut. Kombinasi dua faktor inilah yang menjadi fokus utama peringatan dini yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta.
Dilansir dari JakartaHype.com, BPBD DKI Jakarta secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi melanda kawasan utara Jakarta selama sepekan ke depan, terhitung mulai tanggal 1 hingga 8 Mei 2026.
Ancaman ini dipicu oleh fenomena astronomi ganda, yakni fase Bulan Baru yang terjadi bersamaan dengan Perigee (kondisi di mana posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi), "Kombinasi ini menyebabkan terjadinya pasang air laut maksimum yang lebih tinggi dari kondisi normal," demikian disebutkan dalam peringatan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk memantau terus informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang selama periode waktu yang diperkirakan terjadi peningkatan risiko banjir rob ini. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi dampak dari fenomena alam ini.