INFOTREN.ID - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kini secara resmi mengambil alih penanganan kasus yang melibatkan mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang. Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan adanya fakta baru yang signifikan terkait kasus tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa penyelidikan telah ditingkatkan ke tingkat Mabes Polri. Pengambilalihan ini dilakukan untuk mendalami lebih jauh dugaan keterlibatan Deky dalam jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kalimantan Timur.
"Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapatkan fakta baru terkait keterlibatan AKP Deky Jonathan Sasiang," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (12/5).
Menurut keterangan resmi tersebut, temuan baru mengindikasikan adanya keterlibatan Deky dalam operasional bisnis narkotika yang dijalankan oleh sindikat yang dipimpin oleh bandar bernama Ishak. Keterlibatan ini menjadi dasar kuat bagi Bareskrim untuk mengambil alih yurisdiksi kasus tersebut.
Oleh karena adanya indikasi keterlibatan aparat aktif dalam jaringan kriminal, penanganan perkara ini diputuskan untuk diserahkan sepenuhnya kepada penanganan tingkat pusat. Meskipun demikian, Brigjen Eko Hadi Santoso belum merinci secara spesifik mengenai peran pasti Deky dalam jaringan narkoba tersebut.
Saat ini, AKP Deky Jonathan Sasiang dilaporkan masih berada dalam status penempatan khusus (Patsus). Beliau juga tengah menjalani pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur.
"Penanganan Kasus Sindikat Bandar Narkoba Ishak dkk (Sindikat Narkoba Kutai Barat) saat ini diambil alih oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," tutur Brigjen Eko Hadi Santoso.
Pengambilalihan penanganan oleh Bareskrim Polri ini menunjukkan keseriusan institusi dalam membersihkan internal dari keterlibatan tindak pidana narkotika. Kasus ini berpusat di wilayah Kutai Barat, namun kini penanganannya terpusat di Jakarta.
Dilansir dari CNN Indonesia, investigasi ini akan berfokus pada bagaimana koneksi antara seorang pejabat kepolisian dengan sindikat narkoba tingkat bandar dapat terjalin dan beroperasi di daerah tersebut.