INFOTREN.ID - Sebuah rekaman video yang menunjukkan aksi pengendara ojek online (ojol) melintas di atas jembatan rel kereta api baru-baru ini menyebar luas di platform media sosial. Kejadian ini sontak menarik perhatian publik dan otoritas transportasi.

Peristiwa spesifik tersebut diketahui terjadi di area Petamburan, yang secara administratif berada di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lokasi ini merupakan jalur yang masih aktif digunakan oleh kereta api komersial maupun lokal.

Tindakan nekat pengendara ojol tersebut memicu reaksi keras dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Pihak KAI menyatakan keprihatinan mendalam atas potensi risiko keselamatan yang ditimbulkan.

KAI secara tegas menyoroti bahwa melintasi jalur aktif tanpa izin merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi keselamatan operasional kereta api. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan bahaya di area vital tersebut.

Kepastian mengenai terjadinya insiden ini telah dikonfirmasi oleh pihak KAI setelah video yang memperlihatkan manuver berbahaya tersebut beredar luas di dunia maya. Verifikasi ini dilakukan untuk menanggapi keresahan masyarakat.

Tindakan para pengendara ojol yang nekat melintasi jembatan rel tersebut jelas menimbulkan ancaman signifikan terhadap keselamatan mereka sendiri. Selain itu, keselamatan penumpang kereta api juga ikut terancam akibat manuver yang tidak terduga ini.

"Insiden yang melibatkan pengendara ojek online kembali menjadi sorotan publik setelah video aksi mereka melintas di atas jembatan rel kereta api menjadi viral di media sosial," demikian disampaikan salah satu pihak yang terkait dengan penyebaran informasi ini.

Dilansir dari HOTNEWS.ID, pihak KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. Mereka mengingatkan bahwa jalur rel adalah area terlarang bagi lalu lintas kendaraan bermotor.

"Kejadian ini memicu reaksi keras dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, mengingat potensi bahaya yang sangat besar ditimbulkan oleh tindakan tersebut," merujuk pada dampak negatif dari viralitas video tersebut.