INFOTREN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengambil langkah antisipatif dengan memperketat pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang akan digunakan untuk kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan signifikan dalam lalu lintas pengiriman ternak yang masuk ke Kota Solo dari berbagai daerah.
Pengawasan ketat ini difokuskan untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran tujuh jenis penyakit menular yang berpotensi mengancam kesehatan hewan kurban. Tujuh penyakit tersebut meliputi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), LSD, antraks, scabies, cascado, rhinitis, dan cacing hati.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo, Wahyu Kristina, menjelaskan bahwa peningkatan arus ternak dari luar daerah membawa risiko penularan penyakit yang perlu diwaspadai. "Adanya peningkatan lalu lintas hewan ternak dari luar daerah ini membawa risiko penularan penyekait. Karena itu pantauan dan pemeriksaan kesehatan diperketat. Setidaknya ada 7 jenis penyakit yang sering menular, jika berkaca pada periode tahun lalu," ujar Wahyu Kristina.
Selain pemeriksaan fisik, Pemkot Solo mewajibkan seluruh pasokan ternak yang tiba di wilayahnya untuk menyertakan dokumen veteriner resmi yang dikeluarkan dari daerah asal hewan tersebut. Hal ini menjadi syarat wajib dalam proses distribusi hewan kurban.
Tim pemantau khusus yang terdiri dari para paramedik veteriner telah diturunkan langsung ke lapangan, terutama di lokasi-lokasi penjualan hewan kurban dadakan. Tujuannya adalah memastikan bahwa hewan yang dijual benar-benar dalam kondisi sehat dan layak untuk ibadah kurban.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo berupaya keras agar insiden penyakit pada hewan kurban yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak terulang kembali di tahun 2026 ini. Wahyu Kristina menyoroti kasus tahun lalu sebagai bahan evaluasi penting.
"Periode sama tahun lalu ada yang terkena. Bahkan cacing hati menyerang 16 ekor sapi, 13 kambing terkena rhinitis, dan juga 3 sapi terjangkiti cascado. Jadi tahun ini jangan sampai terulang," imbuh Wahyu Kristina, merujuk pada data temuan penyakit tahun sebelumnya.
Wahyu Kristina juga memprediksi bahwa kebutuhan total hewan ternak untuk kurban tahun ini akan cenderung stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Pada perayaan Idul Adha tahun 2025, tercatat sebanyak 9.007 ekor hewan kurban disembelih di lima kecamatan Kota Solo.
Angka kurban tahun 2025 tersebut menunjukkan sedikit penurunan 3,87 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 9.370 ekor. "Kalau ada selisih, juga nggak akan terlalu banyak," ungkap Wahyu Kristina mengenai proyeksi kebutuhan tahun ini.