INFOTREN.ID - Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mengambil langkah proaktif menyusul peningkatan intensitas curah hujan yang sempat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko bencana alam yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Kenaikan debit air di sejumlah sungai terpantau signifikan, menandakan bahwa wilayah tersebut kini berada dalam fase siaga bencana hidrometeorologi. Kondisi ini diperparah dengan potensi pergerakan tanah di area perbukitan dan lereng yang rentan tergerus air.

Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, segera mengeluarkan instruksi penting kepada seluruh instansi terkait. Instruksi tersebut berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan penuh untuk menghadapi potensi banjir dan tanah longsor yang mengancam keselamatan warga.

Bupati Joncik Muhammad secara tegas meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengaktifkan status siaga 24 jam penuh. Hal ini dilakukan sebagai upaya memastikan respons cepat jika sewaktu-waktu terjadi insiden kebencanaan.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, oleh karena itu seluruh jajaran harus siap siaga dan terus memantau kondisi lapangan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor," kata Joncik Muhammad, Jumat (22/5/2026).

Pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi intensif antar aparatur, mulai dari tingkat camat hingga kepala desa, dengan pihak BPBD. Langkah antisipasi dini ini dinilai krusial mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat berlanjut di masa mendatang.

Bupati juga menyampaikan imbauan khusus kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar lebih berhati-hati. Mereka diminta membatasi aktivitas di tepi sungai saat volume air sungai menunjukkan peningkatan yang drastis.

"Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta mengurangi aktivitas di sekitar aliran sungai ketika debit air meningkat drastis, sementara masyarakat di kawasan perbukitan diminta segera melapor apabila menemukan retakan tanah, longsoran kecil, maupun pergerakan tanah yang mencurigakan," ungkap Joncik Muhammad.

Selain itu, Bupati Joncik Muhammad mengingatkan warga untuk tetap menjaga ketenangan namun tidak boleh lengah dalam menghadapi situasi alam ini. Kesadaran diri dan pelaporan cepat adalah kunci mitigasi bencana yang efektif.