INFOTREN.ID - Pemerintah Republik Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam memanfaatkan hasil ibadah haji tahun ini dengan menyalurkan daging dam jemaah asal Indonesia kepada masyarakat Palestina. Kesepakatan ini dicapai melalui kerja sama dengan Adahi Project, pengelola daging dam di Arab Saudi.

Keputusan strategis ini dilaksanakan pada hari Jumat (22/5) sebagai manifestasi nyata dari kepedulian bangsa Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan yang dihadapi oleh rakyat Palestina. Langkah ini juga merupakan pelaksanaan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk memberikan perhatian khusus kepada warga Palestina.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi kesepakatan tersebut langsung dari Mekah, Arab Saudi, pada hari yang sama. Ia menekankan bahwa permintaan khusus telah diajukan kepada Pemerintah Arab Saudi melalui Adahi untuk memprioritaskan distribusi daging dam ke wilayah Palestina.

"Kami sudah bersepakat dan meminta secara khusus kepada Pemerintah Arab Saudi melalui Adahi supaya daging dam ini didistribusikan ke masyarakat Palestina. Adahi sudah menyatakan kesanggupannya," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Mekah, Arab Saudi, Jumat (22/5).

Kementerian Haji (Kemenhaj) menggarisbawahi bahwa wilayah konflik di Palestina ditetapkan sebagai prioritas utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini. Selain Palestina, daging dam tersebut juga akan menjangkau masyarakat membutuhkan di berbagai negara lain di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga mencatat sejarah baru dalam hal efisiensi tata kelola administrasi pembayaran dam oleh jemaah. Sistem penataan yang diterapkan Kemenhaj berhasil membuat pendataan pembayaran dam menjadi jauh lebih terorganisasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Data sementara per Jumat (22/5) menunjukkan bahwa sebanyak 126.832 jemaah haji telah berhasil didata secara jelas mengenai metode pembayaran dam mereka. Mayoritas, yaitu 90.956 jemaah, memilih memanfaatkan fasilitas pembayaran yang disediakan oleh Adahi di Tanah Suci.

Sebanyak 32.691 jemaah lainnya memilih untuk menunaikan kewajiban dam mereka di Tanah Air melalui lembaga amil zakat resmi atau pembayaran pribadi. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan kepatuhan administratif jemaah.

Dahnil Anzar Simanjuntak juga memberikan rincian mengenai metode pembayaran lainnya yang dipilih oleh sebagian kecil jemaah. "Tetapi, ada juga jamaah calon haji yang membayar damnya dengan berpuasa, yaitu 3.195 orang, dan yang melaksanakan haji ifrad atau tidak perlu membayar dam sebanyak 1.076 orang," kata Dahnil.