INFOTREN.ID - Momen kelulusan di Stanford University pada hari Minggu lalu diwarnai oleh sebuah aksi demonstrasi yang cukup mengejutkan banyak pihak. Aksi tersebut melibatkan ratusan mahasiswa yang memutuskan untuk meninggalkan auditorium utama saat sesi pidato kenegaraan berlangsung.

Tindakan kolektif ini berpusat pada pembicara utama, yakni CEO Google, Sundar Pichai, yang diundang untuk memberikan orasi kepada para wisudawan. Para mahasiswa yang berpartisipasi dalam aksi ini membawa pesan protes yang spesifik mengenai kebijakan internal dan arah strategis perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Insiden ini terjadi di Stanford University, California, pada hari Minggu, 16 Juni 2024, yang merupakan hari pelaksanaan upacara wisuda bagi angkatan tahun itu. Keputusan untuk melakukan aksi walk-out ini telah direncanakan oleh sekelompok mahasiswa sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan mereka.

Penyebab utama dari aksi dramatis ini adalah dugaan keterlibatan Google dalam proyek yang dianggap bermasalah oleh sebagian mahasiswa. Mereka menyoroti isu-isu etika dan dampak sosial dari teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan tempat Pichai menjabat.

Salah satu isu sentral yang memicu protes adalah kerja sama Google dengan militer dan kebijakan terkait kecerdasan buatan (AI). Para mahasiswa merasa bahwa platform teknologi tersebut seharusnya tidak digunakan untuk tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Mengenai respons dari para mahasiswa, mereka menyuarakan kekecewaan mereka secara terbuka sebelum meninggalkan lokasi acara. "Kami tidak dapat merayakan kelulusan kami ketika pembicara utama mewakili perusahaan yang membuat keputusan yang kami yakini sangat tidak etis," ujar salah satu mahasiswa yang berpartisipasi.

Selain itu, mereka juga menyoroti isu-isu internal perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan kerja dan penanganan keluhan karyawan. "Kami menuntut transparansi penuh dan akuntabilitas dari para pemimpin teknologi mengenai dampak global keputusan mereka," kata seorang perwakilan mahasiswa.

Dikutip dari The New York Times, aksi tersebut menunjukkan adanya pergeseran pandangan mahasiswa terhadap peran perusahaan teknologi besar dalam masyarakat. Mereka semakin vokal dalam menuntut pertanggungjawaban moral dari para eksekutif puncak.

Saat aksi berlangsung, Sundar Pichai tetap melanjutkan pidatonya di hadapan tamu undangan dan mahasiswa yang memilih untuk bertahan. Meskipun demikian, suasana acara jelas terpengaruh oleh demonstrasi yang terjadi di tengah lapangan utama.