INFOTREN.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru-baru ini mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengungkap jaringan peredaran rokok elektrik atau vape yang telah dimodifikasi. Modifikasi ini dilakukan dengan mencampurkan zat berbahaya yang tergolong narkotika ke dalam cairan vape.

Langkah penindakan tegas ini diambil menyusul adanya peningkatan signifikan peredaran zat terlarang yang memanfaatkan media baru seperti vape di wilayah Kepulauan Riau. Hal ini menunjukkan tantangan baru dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia.

Operasi penangkapan dan penyitaan ini dilaksanakan secara senyap oleh petugas BNNP Kepri. Penindakan dilakukan di dua lokasi strategis yang berada dalam yurisdiksi mereka, yaitu wilayah Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata keseriusan aparat dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya yang menggunakan modus baru dan inovatif. Target utama dari peredaran narkoba melalui vape ini diduga kuat adalah generasi muda.

Dalam rangkaian operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan total barang bukti yang cukup signifikan. Jumlah total barang sitaan mencapai 246 buah vape yang telah terbukti mengandung zat terlarang.

Zat narkotika yang ditemukan di dalam vape sitaan tersebut telah dipastikan oleh laboratorium BNN sebagai etomidate. Etomidate merupakan substansi yang penggunaannya harus diawasi ketat dan penggunaannya di luar medis dikategorikan sebagai narkotika.

"Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap jaringan peredaran rokok elektrik atau vape yang diduga telah dicampur dengan zat narkotika berbahaya," demikian disampaikan dalam keterangan resmi BNNP Kepri.

Lebih lanjut, BNN menegaskan bahwa penindakan ini merupakan respons terhadap maraknya peredaran zat terlarang melalui media baru tersebut di wilayah Kepri. Hal ini menunjukkan adaptasi aparat dalam menghadapi modus peredaran narkoba yang terus berkembang, kutip BNNP Kepri.

Jumlah 246 kartrid vape yang mengandung etomidate ini menjadi barang bukti krusial dari jaringan yang berhasil diputus oleh petugas di lapangan. Pemutusan jaringan ini diharapkan dapat mengurangi suplai narkoba baru di masyarakat.