INFOTREN.ID - Peristiwa dugaan keracunan massal menimpa belasan siswa sekolah dasar di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Insiden ini terjadi pada hari Jumat, 22 Mei 2026, setelah para murid menyantap hidangan yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak lima belas siswa dilaporkan menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan tersebut dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Pihak berwenang setempat langsung melakukan pendataan intensif untuk mengidentifikasi seluruh korban yang terdampak oleh insiden ini.
Dilansir dari Detikcom, sampel olahan ayam yang dicurigai sebagai sumber kontaminasi telah diamankan oleh petugas. Makanan yang diduga sudah basi dan berlendir ini segera diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sambas, Dzaky Brayogi, membenarkan perkembangan penanganan medis terhadap para korban. "Data terakhir yang kami terima ada 15 anak terdampak dan semuanya sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Selakau," ujar Dzaky dalam keterangannya pada hari Jumat (22/5/2026).
Saat ini, proses investigasi mendalam sedang dilakukan untuk mengidentifikasi secara pasti zat berbahaya atau kontaminan yang memicu reaksi negatif pada belasan siswa tersebut. Pihak berwenang telah menyita sisa makanan yang dikonsumsi oleh para siswa sebagai barang bukti utama.
"Untuk penyebabnya masih kita telusuri dan investigasi. Sampel makanan sudah diamankan pihak puskesmas dan rencananya akan didorong ke BPOM provinsi untuk pemeriksaan mikroorganisme," jelas Dzaky.
Penanganan kasus ini melibatkan koordinasi erat antara berbagai instansi terkait di Kabupaten Sambas, termasuk Dinas Kesehatan, Loka POM, dan Puskesmas Selakau. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat proses investigasi di lapangan untuk menentukan akar masalah.
SPPG juga telah menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika investigasi membuktikan adanya kelalaian dari pihak pengelola dapur mitra. "Kalau nanti terbukti ada kelalaian dari pengelola dapur SPPG Selakau Sungai Nyirih tentu akan kami laporkan ke pimpinan dan diberikan tindakan tegas," tegas Dzaky.
Indikasi awal dari investigasi lapangan mengarah pada menu olahan ayam yang diduga sudah dalam kondisi berlendir saat disajikan kepada para siswa. Namun, kepastian ilmiah mengenai pemicu keracunan ini masih harus menunggu hasil pengujian laboratorium dari BPOM.