INFOTREN.ID - Sebuah perubahan strategis besar telah diumumkan oleh PT Sinar Eka Selaras Tbk, yang lebih dikenal sebagai Erajaya Active Lifestyle (ERAL), terkait arah bisnis kendaraan listrik (EV) mereka di Indonesia. Perubahan ini menandai restrukturisasi signifikan dalam kemitraan dan operasional EV di Tanah Air.

Perubahan fundamental ini diumumkan secara resmi pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Pada hari tersebut, perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang melakukan kajian ulang mendalam terhadap seluruh rencana manufaktur kendaraan listrik yang sebelumnya telah mereka susun.

Keputusan untuk meninjau ulang rencana produksi ini bukan tanpa sebab. Hal ini merupakan dampak langsung dari pergeseran struktur kepemilikan yang terjadi pada salah satu anak usaha vital mereka, yaitu PT Era Industri Otomotif (EIDO).

Perubahan krusial yang mengubah peta jalan EV Erajaya terjadi setelah produsen otomotif terkemuka asal Tiongkok, Xpeng, berhasil mengamankan kepemilikan saham mayoritas di EIDO. Akuisisi ini menjadi titik balik penting dalam kolaborasi kedua perusahaan.

Pengambilalihan mayoritas saham oleh Xpeng ini secara otomatis mengubah dinamika operasional EV di Indonesia. Hal ini akan menentukan bagaimana produksi dan distribusi kendaraan listrik akan dijalankan ke depannya di pasar domestik.

Dengan adanya perubahan struktur kepemilikan ini, fokus bisnis Erajaya Active Lifestyle diproyeksikan akan bergeser. Perusahaan kini akan lebih mengarahkan sumber dayanya pada sektor distribusi dan penyediaan layanan purna jual untuk produk EV.

Sementara Xpeng mengambil alih kendali penuh atas aspek produksi kendaraan listrik, Erajaya akan menguatkan posisinya di sisi konsumen. Langkah ini bertujuan untuk memastikan jaringan penjualan dan layanan pasca-penjualan tetap optimal dan menjangkau pasar luas.

Pengambilalihan ini secara tegas menandai dimulainya babak baru dalam kemitraan strategis antara Erajaya dan Xpeng di sektor kendaraan listrik nasional. Kedua belah pihak kini memiliki peran yang lebih terdefinisi dalam ekosistem EV Indonesia.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pengumuman ini menegaskan bahwa meskipun rencana manufaktur ditinjau ulang, komitmen Erajaya terhadap pasar EV tetap kuat, namun melalui peran yang berbeda dalam rantai nilai industri.