INFOTREN.ID - Situasi kepelatihan di Stamford Bridge, markas besar Chelsea, kembali menjadi sorotan utama menjelang dimulainya musim kompetisi mendatang. Klub asal London Barat tersebut kini menghadapi tekanan besar untuk segera menunjuk arsitek baru menyusul beberapa kegagalan yang terjadi.
Kebutuhan mendesak ini muncul setelah klub harus menerima kenyataan pahit terkait kepergian Enzo Maresca dan kegagalan dalam upaya merekrut Liam Rosenior. Manajemen Chelsea kini berjuang keras mencari figur yang tepat untuk membangkitkan semangat tim.
Target utama pencarian pelatih baru ini adalah sosok yang mampu mengembalikan Chelsea ke jajaran tim 'Big Six' di Inggris. Prioritas manajemen adalah menemukan pemimpin yang berani dan siap mengambil kendali penuh atas klub yang sedang mengalami krisis arah.
Kondisi klub semakin rumit karena mereka dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan. Satu-satunya jalan bagi The Blues untuk berlaga di kompetisi kontinental adalah dengan meraih gelar juara di ajang Piala FA.
Sebelumnya, harapan besar sempat disematkan pada Enzo Maresca, yang sempat membawa dampak positif signifikan bagi tim. Maresca dikabarkan berhasil menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub, sekaligus mengamankan tiket Liga Champions dalam rentang waktu 18 bulan.
Namun, masa bakti Maresca harus terhenti secara mendadak pada bulan Januari lalu. Pengakhiran masa baktinya tersebut disebabkan oleh adanya perselisihan internal yang serius antara Maresca dengan jajaran direksi klub.
"Situasi kepelatihan di Stamford Bridge kembali memanas seiring kebutuhan mendesak Chelsea untuk mencari sosok arsitek baru menjelang musim kompetisi mendatang," ujar seorang analis sepak bola, dikutip dari JAKARTAHYPE.COM.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi betapa krusialnya keputusan yang harus diambil oleh pihak manajemen dalam waktu dekat. Kegagalan dalam menentukan pelatih dapat memperpanjang masa transisi klub menuju stabilitas.
Menanggapi kekosongan ini, nama Xavi Hernández kini mencuat sebagai kandidat utama yang dipertimbangkan oleh manajemen. Kehadiran sosok sekaliber Xavi diharapkan mampu memberikan arah dan kepemimpinan yang stabil bagi tim.