INFOTREN.ID - Beban kerja yang terasa menumpuk sejak awal pekan seringkali menjadi sinyal pertama bahwa seseorang tengah memasuki fase kelelahan kerja kronis, atau yang dikenal sebagai sindrom burnout. Kondisi ini biasanya ditandai dengan hilangnya semangat secara mendadak untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.

Fenomena burnout kini semakin lazim terjadi, khususnya di kalangan pekerja profesional yang dituntut untuk selalu responsif dan bergerak cepat. Mobilitas tinggi dan tuntutan produktivitas tanpa henti menjadi pemicu utama yang menggerogoti energi fisik dan psikis individu.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan burnout ke dalam klasifikasi medis. Melalui Revisi ke-11 Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11), WHO mendefinisikan kondisi ini sebagai dampak dari stres kerja yang berkelanjutan.

WHO menggarisbawahi bahwa burnout merupakan hasil dari pengelolaan stres di lingkungan kerja yang tidak efektif. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini berakar pada lingkungan profesional yang menekan.

Lebih lanjut, tekanan tersebut tidak hanya bersumber dari kantor semata. "Sindrom kelelahan kerja kronis ini semakin sering ditemukan, terutama di kalangan pekerja profesional dan generasi muda dengan tuntutan mobilitas yang tinggi," demikian pernyataan yang disampaikan.

Tekanan profesional yang masif dan tuntutan produktivitas yang terus-menerus memicu kelelahan yang menyerang baik aspek fisik maupun mental seseorang. Ini menegaskan bahwa dampak burnout bersifat holistik, menyerang seluruh dimensi kesehatan seseorang.

Selain tuntutan pekerjaan, sumber ketegangan lain juga dapat berkontribusi signifikan terhadap munculnya sindrom kelelahan ini. Ketegangan tersebut bisa berasal dari ranah kehidupan pribadi.

Misalnya, tanggung jawab pengasuhan, peran merawat anggota keluarga, hingga dinamika rumit dalam hubungan pribadi dapat menambah beban mental. Hal-hal di luar pekerjaan ini turut memperparah kondisi stres kronis yang dialami pekerja.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, kondisi ini mulai dikenali sebagai masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian segera dari individu maupun organisasi tempat mereka bekerja.