INFOTREN.ID - Empati memegang peranan fundamental dalam membangun jejaring sosial yang sehat dan harmonis di tengah masyarakat. Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk benar-benar merasakan dan memahami kondisi emosional orang lain di sekitarnya.
Individu yang dibekali dengan empati biasanya mampu memberikan tanggapan yang terasa menghargai dan validasi terhadap perasaan lawan bicara mereka. Sebaliknya, mereka yang cenderung kurang memiliki empati seringkali tanpa sadar memancarkan sikap ketidakpedulian melalui komunikasi verbal harian mereka.
Dilansir dari JakartaHype.com, dalam berbagai konteks interaksi, terdapat beberapa kalimat spesifik yang kerap terucap dan bisa menjadi indikator rendahnya kepekaan terhadap perasaan orang lain. Tulisan ini bertujuan menyoroti frasa-frasa tersebut agar masyarakat lebih sadar akan dampak kata-kata.
Ketika seseorang menghadapi kesulitan atau masalah, respons seperti "Itu bukan urusan saya" seringkali terdengar dari individu yang kurang berempati. Ungkapan ini secara gamblang menunjukkan minimnya inisiatif untuk mencoba memahami situasi yang sedang dialami orang tersebut atau menawarkan dukungan moral.
Individu dengan tingkat empati rendah cenderung menempatkan kepentingan diri sendiri sebagai prioritas utama, sehingga mereka merasa tidak perlu terlibat atau menunjukkan perhatian terhadap kerumitan yang dihadapi orang lain. Hal ini menunjukkan fokus yang sempit pada lingkup pribadi mereka.
Kemudian, kalimat kedua yang patut diperhatikan adalah ketika seseorang berkata, "Saya memang seperti ini." Frasa ini seringkali berfungsi sebagai tameng untuk menjustifikasi perilaku yang berpotensi menyakiti atau merugikan perasaan orang lain di sekitarnya.
Dengan menggunakan pembenaran tersebut, orang tersebut seolah-olah menolak introspeksi diri dan mengharuskan orang lain untuk menerima karakternya tanpa adanya upaya perbaikan atau penyesuaian dalam bersikap. Padahal, kemampuan berempati sangat mungkin ditingkatkan melalui upaya kecil.
Peningkatan empati dapat dicapai melalui penyesuaian sederhana, seperti lebih memperhatikan cara berbicara, memilih diksi yang lebih lembut, atau berusaha melihat suatu masalah dari perspektif orang lain. Langkah-langkah kecil ini sangat berarti dalam sebuah hubungan.
Selanjutnya, ketika seseorang sedang berbagi keluh kesah atau mengekspresikan emosi mendalam, respons yang meremehkan seperti "Kamu terlalu berlebihan" dapat membuat mereka merasa diabaikan. Ucapan ini cenderung membatalkan emosi yang sedang dirasakan dan memberikan penilaian sepihak terhadap reaksi tersebut.