INFOTREN.ID - Memasuki periode Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menunjukkan dinamika pasar yang menarik. Pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang dianggap sehat oleh para analis.

Fase konsolidasi ini terjadi setelah IHSG berhasil mencatatkan reli signifikan sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Kondisi ini memberikan jeda yang dibutuhkan pasar sebelum melanjutkan pergerakan selanjutnya.

Situasi pasar global saat ini terpantau mulai menunjukkan stabilitas yang lebih baik. Ketenangan di pasar internasional ini memberikan dampak positif pada sentimen investasi domestik.

Selain itu, optimisme di dalam negeri turut menguat, terutama terkait dengan keberlanjutan program hilirisasi industri nasional. Program ini menjadi salah satu pendorong utama keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Kombinasi sentimen positif global dan domestik ini menciptakan landasan yang kokoh bagi investor yang mengutamakan keamanan dalam alokasi aset saham. Mereka mencari instrumen investasi yang memiliki fundamental kuat.

Oleh karena itu, fase konsolidasi ini justru dianggap sebagai momen krusial atau "momen emas" oleh para pengamat pasar. Ini adalah waktu ideal untuk melakukan akumulasi saham-saham unggulan.

Saham-saham Blue Chip yang memiliki kinerja fundamental teruji direkomendasikan sebagai pilihan utama. Saham-saham ini ideal dijadikan sebagai fondasi utama dalam membangun portofolio efek jangka panjang.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, kondisi pasar saat ini memberikan kesempatan strategis bagi investor yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Mereka disarankan memanfaatkan koreksi atau konsolidasi harga yang terjadi saat ini.

"Fase konsolidasi ini justru menjadi momen emas untuk mengakumulasi saham-saham Blue Chip unggulan yang memiliki fundamental kuat, sebagai fondasi utama dalam Portofolio Efek jangka panjang," demikian pandangan yang disampaikan oleh analis pasar.