JAKARTA, Infotren.id – Maskapai penerbangan Vietjet secara resmi mengumumkan ekspansi besar-besaran di pasar China melalui pembukaan lima rute baru serta penandatanganan dua perjanjian strategis. Langkah ini mencakup pembiayaan 10 unit pesawat COMAC C909 dan kolaborasi pengembangan industri pendukung aviasi guna memperkuat konektivitas di kawasan Asia-Pasifik.
Pengumuman strategis tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden Vietnam, To Lam, ke China atas undangan Sekretaris Jenderal dan Presiden China, Xi Jinping. Momentum ini sekaligus mempertegas penguatan hubungan bilateral kedua negara di sektor transportasi, keuangan, dan industri.
Perluasan Jaringan Rute Internasional
Dalam ajang Investment Cooperation Conference di Beijing, Vietjet memperkenalkan lima rute baru yang menghubungkan pusat ekonomi Vietnam dengan berbagai kota di China. Rute-rute tersebut meliputi Hanoi–Hangzhou, Hanoi–Enshi, Hanoi–Huangshan, Ho Chi Minh City–Guilin, serta Ho Chi Minh City–Huangshan. Berdasarkan jadwal operasional, rute Hanoi–Enshi dan Ho Chi Minh City–Guilin telah mulai melayani penumpang sejak awal April 2024.
Selama lebih dari satu dekade, Vietjet telah memainkan peran penting dalam menghubungkan kedua negara. Hingga saat ini, maskapai telah mengoperasikan 131 rute antara Vietnam dan China, melayani hampir 14,5 juta penumpang melalui 70.000 penerbangan yang menghubungkan 55 kota di China dengan destinasi utama di Vietnam.
Modernisasi Armada dan Strategi Pembiayaan
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, Vietjet menandatangani perjanjian dengan SPDB Financial Leasing (SPDBFL), anak perusahaan Shanghai Pudong Development Bank. Kerja sama ini menyepakati pembiayaan melalui skema operating lease untuk 10 unit pesawat COMAC C909.
Penambahan armada ini bertujuan untuk memodernisasi kapasitas maskapai sekaligus mendukung efisiensi operasional pada rute-rute regional. Selain memperkuat akses terhadap pasar modal internasional, langkah ini diharapkan mampu memenuhi lonjakan permintaan perjalanan di jaringan internasional Vietjet, termasuk bagi pasar Asia Tenggara.
Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Manusia
Tak hanya fokus pada ekspansi rute, Vietjet juga menjalin kemitraan komprehensif dengan AVIC Cabin Systems untuk pengembangan interior pesawat dan penguatan industri pendukung. Kolaborasi ini mencakup lokalisasi rantai pasok dan transfer teknologi melalui kerja sama dengan Jiatai, yang bertujuan memperkuat ekosistem aviasi di kawasan.
Dalam kesempatan yang sama, COMAC University menganugerahkan gelar Distinguished Professor kepada Chairwoman Vietjet, Nguyen Thi Phuong Thao. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi signifikan beliau dalam riset teknologi penerbangan dan perannya dalam mendorong kolaborasi internasional.
"Kemitraan antara Vietjet, Sovico, dan mitra strategis di China membuka peluang pengembangan baru bagi ekosistem ekonomi kedua negara. Di tengah dinamika global, kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan dan visi jangka panjang akan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan," ujar Nguyen Thi Phuong Thao.