INFOTREN.ID - Perjalanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak krusial, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para penggemar. Sang nakhoda tim, Thomas Tuchel, kini secara terbuka menanggung tanggung jawab atas kegagalan skuad The Three Lions melaju lebih jauh di turnamen akbar tersebut.

Momen yang menjadi titik balik kekalahan ini terjadi saat Inggris tengah memegang keunggulan 1-0 atas Argentina. Namun, permainan yang cenderung defensif justru memberikan celah bagi tim lawan untuk bangkit dan membalikkan keadaan.

Keputusan taktik yang diambil oleh Thomas Tuchel, khususnya terkait pergantian dua pemain kunci, menjadi sorotan utama dalam analisis pasca-pertandingan. Keputusan ini diyakini berkontribusi signifikan terhadap hasil akhir yang tidak diharapkan.

Pergantian pemain yang dimaksud terjadi hanya tiga menit sebelum Argentina berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Enzo Fernández. Pelatih memutuskan untuk menarik keluar gelandang bertahan Declan Rice dan bek kanan Reece James.

Langkah strategis ini diambil dengan tujuan mengubah formasi tim menjadi lima bek. Harapannya adalah memperkuat lini pertahanan untuk mengamankan keunggulan yang sudah diraih sebelumnya.

Namun, dalam evaluasi mendalam, Thomas Tuchel mengakui bahwa keputusan tersebut justru menjadi salah satu faktor yang mempercepat kejatuhan Inggris dalam pertandingan tersebut. Formasi baru yang diterapkan ternyata tidak memberikan kestabilan yang diharapkan.

"Saya mengakui bahwa tanggung jawab atas kekalahan ini sepenuhnya berada di pundak saya," ujar Thomas Tuchel dilansir dari HOTNEWS.ID.

"Keputusan untuk mengubah formasi menjadi lima bek, dengan menarik keluar Declan Rice dan Reece James, merupakan langkah yang saya ambil saat itu, namun kini saya menyadari bahwa itu berkontribusi pada kejatuhan tim," tambah beliau.

Pergantian pemain tersebut, yang bertujuan untuk mempertebal lini belakang, justru membuka ruang bagi Argentina untuk mengembangkan permainan mereka dan akhirnya menciptakan gol penyeimbang.