INFOTREN.ID - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengamati adanya tren menarik dalam pemilihan negara tujuan studi bagi para pendaftar beasiswa jenjang Magister (S2). Tren ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik global yang saat ini sedang memanas tidak serta merta membuat calon mahasiswa mengurungkan niatnya untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat (AS).
Fakta menarik ini terungkap dalam sesi diskusi yang diselenggarakan di tengah keramaian Jogja Financial Festival. Acara tersebut menjadi wadah bagi LPDP untuk membagikan data dan pandangan mengenai preferensi tujuan studi para pendaftar beasiswa unggulan tersebut.
Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, memberikan pandangan mengenai keragaman pilihan destinasi studi para pendaftar. Ia menjelaskan bahwa pilihan negara tujuan sangat bervariasi, mencerminkan aspirasi akademik yang luas dari para kandidat.
"Macem-macem sih (tujuan negaranya). Sangat beragam, tapi memang daerah-daerah yang paling favorit itu Amerika, Uni Eropa, Australia," terang Risqi Sita Novanti saat menyampaikan informasi tersebut.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat secara konsisten menduduki posisi teratas sebagai destinasi studi yang paling diminati oleh pemegang beasiswa LPDP. Hal ini terjadi meskipun terdapat isu-isu internasional yang dapat memengaruhi persepsi publik mengenai keamanan atau hubungan bilateral.
Informasi ini disampaikan secara langsung oleh Risqi Sita Novanti di lokasi acara Jogja Financial Festival. Festival tersebut berlangsung di Jogja Expo Center pada hari Jumat, tepatnya tanggal 22 Mei 2026.
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
Pemilihan AS sebagai tujuan utama menunjukkan adanya pertimbangan akademik yang kuat, seperti kualitas universitas, keunggulan riset, atau bidang studi spesifik yang ditawarkan di negara tersebut. Faktor-faktor non-geopolitik tampaknya lebih dominan dalam pengambilan keputusan akhir para pendaftar.
Dikutip dari pengamatan dalam gelaran tersebut, minat yang tinggi terhadap AS, Uni Eropa, dan Australia menandakan bahwa kualitas pendidikan di negara-negara tersebut tetap menjadi magnet utama bagi talenta-talenta terbaik Indonesia yang didukung oleh LPDP.