INFOTREN.ID - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kini tengah mematangkan sebuah inisiatif strategis baru untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Program ini dirancang untuk menyentuh langsung jantung proses pembelajaran, yaitu lingkungan sekolah.
Inisiatif yang sedang digodok ini berfokus pada pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan bahwa peningkatan kapasitas pendidik dapat segera diterapkan dalam praktik mengajar sehari-hari di kelas.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek menjadi motor penggerak utama dalam perancangan program terobosan ini. Mereka mengidentifikasi perlunya perubahan paradigma dalam pelaksanaan pelatihan guru.
Program baru ini secara spesifik akan dikenal sebagai 'Hari Belajar Guru'. Konsep ini menggeser fokus dari pelatihan terpusat menuju implementasi yang lebih kontekstual dan relevan bagi kebutuhan sekolah masing-masing.
"Kemendikdasmen tengah merancang pengembangan kompetensi guru yang langsung ke jantung pendidikan yaitu sekolah," ujar Dirjen GTK Kemendikbudristek, Nunuk Suryani. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membumikan pelatihan guru.
Perubahan model pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi tantangan implementasi yang sering muncul ketika pelatihan diadakan jauh dari lokasi mengajar guru. Dengan adanya di sekolah, transfer ilmu menjadi lebih efektif.
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
Pelatihan yang dilaksanakan langsung di sekolah memungkinkan adanya pendampingan berkelanjutan dari rekan sejawat atau mentor. Hal ini mendukung budaya belajar profesional di antara para pendidik.
Model ini juga memungkinkan sekolah untuk menyesuaikan materi pelatihan dengan karakteristik spesifik siswa dan kebutuhan kurikulum lokal yang sedang diterapkan. Ini menjamin relevansi program yang maksimal.
Diharapkan, dengan strategi baru ini, peningkatan mutu pendidikan dapat terukur lebih cepat karena guru langsung mempraktikkan kompetensi baru tersebut dalam konteks nyata mereka mengajar.