INFOTREN.ID – Menjaga performa kendaraan agar tetap efisien dan awet di tengah kondisi lalu lintas Indonesia yang padat memerlukan pemahaman mendalam mengenai teknis mesin. Dalam sebuah sesi edukasi otomotif di kanal YouTube Denkus Channel, pendiri Dokter Mobil, Ko Lung Lung, membagikan sejumlah prinsip utama dalam merawat kendaraan agar tetap optimal.

Menurut Ko Lung Lung, kunci utama efisiensi bahan bakar terletak pada tiga pilar utama: aliran udara yang lancar, pengkabutan bahan bakar yang presisi melalui injektor, serta sistem pembakaran yang sempurna dari busi dan koil. Ia menekankan pentingnya menjaga rasio ideal antara udara dan bensin di angka 14,3:1 untuk mencapai performa terbaik.

"Jadi kalau Anda ingin irit, ingat tiga hal: udara masuk dicampur bensin baru dibakar. Sesederhana itu," ujar Ko Lung Lung saat berbincang dengan Deni Kustaman di Kanal YouTube Denkus Channel.

Selain prinsip dasar tersebut, ia menyoroti pentingnya perawatan komponen vital secara berkala. Busi, misalnya, wajib diganti setiap 50.000 km dengan pengaturan jarak (gap) kepala busi yang akurat. Penggunaan aditif seperti anti-friction juga disarankan untuk mengurangi gesekan mesin, sehingga suhu mesin lebih stabil dan konsumsi BBM menjadi lebih hemat.

Sistem pendingin juga menjadi poin krusial yang sering luput dari perhatian pemilik mobil. Ko Lung Lung menjelaskan bahwa mesin yang terlalu panas akan memicu lonjakan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, ia menyarankan pemilik kendaraan untuk memastikan radiator dan kipas pendingin berfungsi optimal agar mesin tetap berada pada suhu operasional normal.

Khusus untuk pengguna mobil matic di Indonesia, tantangan terbesar adalah suhu panas berlebih akibat kemacetan (stop and go). Ia menyarankan pemasangan Automatic Transmission Fluid (ATF) cooler dan penggantian oli transmisi setiap 20.000 km guna memperpanjang usia pakai transmisi. Selain itu, kebiasaan mengemudi yang agresif di jalan tol, seperti sering menginjak dan melepas gas secara mendadak, disebut dapat memperpendek umur komponen matic.

Terkait modifikasi performa, Ko Lung Lung lebih menyarankan metode Remap ECU dibandingkan penggunaan piggyback. Menurutnya, remap lebih aman untuk jangka panjang karena hanya melibatkan penyesuaian perangkat lunak tanpa harus memotong kabel orisinal yang berisiko menyebabkan korsleting.

Menutup penjelasannya, ia mengingatkan pentingnya penggunaan suku cadang berkualitas demi efisiensi biaya jangka panjang. Ia juga menekankan pergeseran paradigma dari memperbaiki menjadi merawat.

"Datang ke bengkel itu seharusnya untuk maintenance, bukan untuk memperbaiki. Begitu sudah rusak, saya jamin tagihannya akan lumayan besar," pungkasnya.