INFOTREN.ID - Hubungan antara aktris Tessa Kaunang dan mantan suaminya, Sandy Tumiwa, kembali menjadi sorotan publik belakangan ini. Perhatian publik tertuju pada munculnya sebuah foto yang diduga kuat merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Permasalahan ini mencapai puncaknya setelah Tessa Kaunang merasa bahwa privasinya telah terganggu secara signifikan akibat beredarnya konten tersebut. Hal ini mendorongnya untuk menempuh jalur hukum sebagai langkah tegas.

Sebagai respons atas situasi yang meresahkan tersebut, Tessa Kaunang memutuskan untuk melayangkan somasi resmi kepada Sandy Tumiwa. Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk penolakan terhadap penyebaran konten yang dianggap tidak benar dan menyesatkan.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, somasi tersebut merupakan respons langsung terhadap konten yang dianggap melanggar batas dan mengusik ketenangan pribadi sang aktris. Inti dari somasi ini adalah tuntutan agar konten yang menjadi masalah segera dihentikan penyebarannya.

Menindaklanjuti somasi yang telah dilayangkan oleh pihak Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa menunjukkan itikad baiknya untuk menyelesaikan persoalan ini. Sandy Tumiwa dikabarkan telah merespons tuntutan hukum yang diajukan oleh mantan istrinya tersebut.

Tindakan nyata yang diambil oleh Sandy Tumiwa adalah menghapus unggahan foto editan AI yang menjadi sumber utama dari seluruh polemik yang terjadi. Penghapusan konten ini menjadi bukti pemenuhan tuntutan yang diajukan oleh Tessa Kaunang.

"Kondisi ini memuncak ketika Tessa Kaunang merasa privasinya terganggu hingga akhirnya ia memutuskan untuk melayangkan somasi resmi kepada Sandy Tumiwa," ujar narasumber berita tersebut. Hal ini menegaskan bahwa gangguan privasi adalah pemicu utama tindakan hukum tersebut.

Lebih lanjut, tindakan hukum ini diambil sebagai respons atas penyebaran konten yang dianggap tidak benar dan meresahkan oleh pihak Tessa Kaunang. Ini menggarisbawahi keseriusan aktris tersebut dalam menjaga batasan pribadinya di ruang publik.

"Tindakan nyata yang dilakukan adalah menghapus unggahan foto editan AI yang menjadi sumber permasalahan utama," kata seorang sumber terkait penyelesaian masalah ini. Hal ini mengindikasikan bahwa konflik terkait foto editan AI tersebut kini telah menemukan titik terang.