INFOTREN.ID - Terbaru, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah merilis data terbaru mengenai investor yang memegang porsi kepemilikan saham emiten mencapai lebih dari 1%. Publikasi ini menjadi jendela yang tidak langsung memperlihatkan sebagian dari portofolio investasi yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Institusi yang dikenal juga dengan nama BPJamsostek ini, kini kepemilikan sahamnya sebagian terungkap melalui data yang dirilis oleh KSEI tersebut. Informasi ini merupakan bagian penting dalam pemenuhan kewajiban transparansi di pasar modal Indonesia.

Perilisan data ini merupakan wujud kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulasi tersebut mewajibkan keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham emiten tercatat kepada publik secara berkala.

Data spesifik yang dipublikasikan oleh KSEI mencakup rincian investor yang memiliki kepemilikan saham di atas ambang batas 1% yang telah ditetapkan. Hal ini memberikan gambaran mengenai pergerakan dana investasi institusi besar.

Informasi mengenai kepemilikan saham ini tercatat terakhir kali per tanggal 27 Februari 2026. Tanggal tersebut menjadi titik waktu penarikan data yang digunakan KSEI untuk menyusun daftar emiten dengan investor besar.

Secara spesifik, data tersebut menunjukkan adanya 34 saham pilihan yang dikuasai oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam portofolionya. Jumlah ini mengindikasikan besarnya alokasi dana yang ditempatkan pada instrumen ekuitas di pasar saham.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, publikasi ini secara tidak langsung mengungkap sebagian dari portofolio investasi yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, atau yang juga dikenal sebagai BPJamsostek.

"Publikasi ini secara tidak langsung mengungkap sebagian dari portofolio investasi yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, atau yang juga dikenal sebagai BPJamsostek," tulis media tersebut.

Data yang dirilis mencakup detail investor dengan kepemilikan saham di atas ambang batas 1% yang tercatat di KSEI per tanggal 27 Februari 2026, sebagaimana disampaikan oleh media tersebut.