INFOTREN.ID - Sebuah sesi berbagi wawasan yang menarik telah diselenggarakan baru-baru ini, berfokus pada dinamika rekrutmen dunia kerja. Acara ini menghadirkan seorang praktisi sumber daya manusia (HR) terkemuka yang juga dikenal sebagai pembuat konten inspiratif.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara bertajuk GenZon ICC, yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Tujuan utama dari sesi ini adalah memberikan panduan praktis bagi para mahasiswa mengenai proses seleksi kerja.

Narasumber utama dalam forum ini adalah Vina Muliana, seorang profesional HR yang telah malang melintang di dunia korporat. Ia didaulat untuk membedah cara pandang perusahaan dalam mengevaluasi potensi seorang calon karyawan.

Poin krusial yang diangkat dalam diskusi tersebut adalah persepsi umum mengenai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan akademik. Vina Muliana menegaskan bahwa IPK bukanlah segalanya dalam proses penentuan penerimaan kerja.

"Bagaimana HR benar-benar menilai kandidat kerja saat proses wawancara dan seleksi," adalah inti materi yang dibagikan oleh Vina Muliana dalam acara GenZon ICC di Universitas Jenderal Soedirman, jelas mengenai fokus pembahasannya.

Hal ini menjadi penting bagi para pencari kerja muda agar tidak terlalu terbebani dengan nilai akademik semata. Mereka perlu mengetahui bahwa perusahaan mencari kombinasi atribut yang lebih menyeluruh dari seorang kandidat.

Vina Muliana secara spesifik memaparkan berbagai aspek non-akademik yang seringkali menjadi penentu utama bagi tim HR dalam mengambil keputusan akhir. Aspek-aspek ini mencakup soft skill, pengalaman relevan, dan kesesuaian budaya kerja.

Fakta menarik ini disampaikan langsung oleh Vina Muliana saat ia menjadi pembicara kunci dalam program GenZon ICC yang diselenggarakan di kampus Universitas Jenderal Soedirman. Penjelasan ini diharapkan dapat mengubah paradigma mahasiswa tentang persiapan karir.

Dikutip dari acara tersebut, Vina Muliana menekankan pentingnya pengembangan diri di luar mata kuliah formal. Hal ini menjadi bekal penting ketika para lulusan muda mulai memasuki arena persaingan profesional yang sesungguhnya.