INFOTREN.ID - Perkembangan signifikan terjadi dalam penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Pihak penegak hukum kini menerima informasi penting dari lingkaran internal yang terkait dengan kasus tersebut.
Informasi ini datang dari mantan Wakil Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Sony Sonjaya, yang kini diwakili oleh kuasa hukumnya. Sony Sonjaya melalui kuasa hukumnya telah menyerahkan sejumlah data spesifik kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).
Penyerahan data tersebut merupakan bagian integral dari proses hukum yang tengah berjalan dan ditangani secara resmi oleh aparat di tingkat Kejaksaan Agung. Ini menandakan adanya upaya kolektif untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Data yang diserahkan tersebut mencakup daftar nama-nama individu yang diduga kuat memiliki keterlibatan dalam praktik korupsi tata kelola program MBG. Jumlah nama yang disampaikan melebihi dua puluh orang.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, yang menyatakan bahwa kliennya telah memberikan informasi rinci tersebut kepada penyidik Kejagung. Penyerahan data ini dilakukan saat proses pemeriksaan kliennya sedang berlangsung.
"Klien saya telah memberikan lebih dari 20 nama kepada penyidik Kejagung sebagai bagian dari keterangan yang diberikan," ujar Krisna Murti, mengonfirmasi penyerahan data tersebut.
Krisna Murti juga menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan keterlibatan puluhan pihak tersebut telah disampaikan secara resmi kepada penyidik yang kini menangani perkara ini secara mendalam. Data ini diklaim sudah dituangkan secara formal.
Lebih lanjut, kuasa hukum tersebut menyatakan bahwa data yang diserahkan tersebut telah diklaim sudah dituangkan secara resmi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kliennya. Ini memperkuat posisi keterangan Sony Sonjaya dalam proses penyidikan.
Proses penyerahan data ini dilakukan sebagai bentuk kooperatif Sony Sonjaya dalam memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh Kejaksaan Agung untuk menelusuri alur korupsi dalam program strategis tersebut. Dikutip dari HOTNEWS.ID.