INFOTREN.ID - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, baru-baru ini turut memeriahkan sebuah festival yang bertajuk 'Generasi Berani Exploring - Biarkan Mereka Berlari'. Kehadirannya di acara tersebut merupakan wujud dukungan penuh pemerintah terhadap upaya pelestarian budaya bangsa.
Festival ini secara khusus dirancang untuk melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Melalui partisipasinya, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan bagi generasi penerus.
Dalam rangka mendukung penuh penyelenggaraan festival tersebut, Kementerian Kebudayaan telah menjalin kolaborasi yang erat dengan Komunitas Hong. Kerja sama ini difokuskan pada satu tujuan utama, yakni menghidupkan kembali beragam permainan tradisional.
Perhatian khusus diberikan pada permainan tradisional yang dirancang untuk anak-anak usia dini, khususnya pada rentang usia 5 hingga 8 tahun. Hal ini didasari pemahaman akan pentingnya stimulasi yang tepat di usia emas perkembangan anak.
Berbagai macam permainan rakyat yang kaya akan nilai edukasi dan budaya diperkenalkan kembali kepada generasi muda. Permainan-permainan ini dipilih karena terbukti memiliki manfaat dalam membentuk karakter dan keterampilan anak.
Di antara permainan yang diperkenalkan adalah congklak, bekel, gasing, dam-daman, kelom batok, ular naga, ampar-ampar pisang, cublek-cublek suweng, hingga cing ciripit. Semua permainan ini menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran yang dirancang agar menyenangkan bagi anak.
"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini yang dapat membantu anak-anak kita untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa melalui permainan tradisional," ujar Fadli Zon.
"Permainan tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana penting untuk membentuk karakter anak, melatih motorik, kecerdasan, serta kemampuan sosial mereka di tengah gempuran era digital," tambahnya.
Komunitas Hong sebagai mitra pelaksana memegang peranan krusial dalam menghadirkan kembali permainan-permainan tersebut. Mereka memiliki keahlian dalam merancang dan memfasilitasi permainan agar sesuai dengan kebutuhan dan minat anak-anak masa kini.