INFOTREN.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari Kamis, 23 April, ditutup melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda tercatat mengalami depresiasi sebesar 0,72% pada sesi siang hari tersebut.

Pelemahan ini membawa nilai tukar Rupiah menyentuh level Rp 17.305 per satu dolar AS pada penutupan perdagangan siang itu. Angka ini menunjukkan adanya sentimen pasar yang cenderung negatif terhadap mata uang domestik.

Faktor utama yang mendorong pelemahan tajam ini adalah meningkatnya ketidakpastian dan sentimen geopolitik global yang sedang berkembang. Sentimen global ini secara langsung mempengaruhi persepsi risiko investor terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meskipun data hari itu menunjukkan angka Rp 17.305, para analis pasar memprediksi bahwa tekanan pelemahan Rupiah masih akan berlanjut. Terdapat proyeksi bahwa kurs Rupiah berpotensi menembus level psikologis yang lebih dalam.

"Rupiah diprediksi tembus Rp 17.400," adalah salah satu proyeksi yang beredar di kalangan pelaku pasar keuangan mengenai pergerakan kurs ke depan. Prediksi ini didasarkan pada dinamika aliran modal keluar yang mungkin terjadi akibat kekhawatiran global.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Investasi.kontan. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.