INFOTREN.ID - Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya mengenai tingkat kemandirian industri otomotif di Indonesia. Beliau secara khusus menyoroti peran institusi pendidikan tinggi dan para cendekiawan dalam upaya tersebut.

Prabowo mempertanyakan mengapa hingga saat ini Indonesia masih belum mampu memproduksi mobil sepenuhnya secara mandiri. Pertanyaan retoris ini ditujukan kepada ribuan rektor dan profesor yang hadir dalam sebuah forum resmi.

"Kenapa kita tidak bisa bikin mobil sendiri?" merupakan pertanyaan sentral yang dilontarkan oleh Prabowo Subianto. Pernyataan ini menggarisbawahi adanya kesenjangan antara potensi sumber daya manusia akademis dan realisasi industri strategis nasional.

Pertemuan tersebut merupakan momen penting di mana para pemimpin institusi pendidikan tinggi diundang untuk berdiskusi mengenai arah pembangunan bangsa. Fokus utama diskusi adalah bagaimana inovasi dan riset di kampus dapat diterjemahkan menjadi produk nyata.

Dikutip dari sumber berita, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, termasuk para ilmuwan dan insinyur. Oleh karena itu, capaian industri otomotif domestik seharusnya sudah jauh lebih maju.

Beliau juga menyinggung mengenai pentingnya riset terapan yang relevan dengan kebutuhan pasar dan kemandirian teknologi bangsa. Hal ini dianggap sebagai kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor komponen otomotif.

"Kenapa kita tidak bisa bikin mobil sendiri?" ujar Prabowo Subianto saat berdialog dengan para rektor dan profesor, menantang mereka untuk merefleksikan kontribusi nyata bidang ilmu mereka.

Tantangan ini sekaligus menjadi seruan agar dunia akademik lebih proaktif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik industri manufaktur berskala besar. Langkah nyata diperlukan untuk mewujudkan cita-cita mobil nasional.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Medcom. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.