INFOTREN.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menghadapi tekanan jual pada awal pekan perdagangan hari Senin, 13 April. Proyeksi ini muncul sebagai respons terhadap dinamika pasar global yang kurang kondusif.
Koreksi yang diperkirakan terjadi ini sebagian besar dipicu oleh perkembangan negatif di kancah internasional. Sentimen pasar menjadi lebih hati-hati menyusul adanya berita mengenai kegagalan dalam perundingan penting.
Secara spesifik, ketidaksepakatan dalam negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan menjadi pemicu utama kekhawatiran investor. Isu geopolitik ini selalu menjadi variabel yang sensitif bagi pergerakan bursa saham.
Menyikapi kondisi yang berpotensi terkoreksi tersebut, BRI Danareksa telah merilis serangkaian rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan oleh para pelaku pasar. Rekomendasi ini mencakup saran untuk membeli (Buy) dan menjual (Sell) beberapa emiten.
Untuk investor yang mencari peluang akumulasi, BRI Danareksa merekomendasikan untuk melakukan pembelian pada saham-saham unggulan di sektor teknologi dan energi. Secara spesifik, saham EMTK dan JPFA masuk dalam daftar rekomendasi beli.
Selain itu, emiten dari sektor lain yang juga disarankan untuk dipertimbangkan pembeliannya adalah PADI pada hari yang sama. Keputusan ini didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal yang telah dilakukan oleh tim riset sekuritas tersebut.
Di sisi lain, ada pula saham yang disarankan untuk dilepas atau dijual (Sell) oleh investor yang sudah memilikinya. Rekomendasi jual tersebut ditujukan kepada saham KUAS, menandakan potensi pelemahan dalam jangka pendek.
"Memasuki awal pekan, IHSG berpotensi mengalami koreksi," ujar analis BRI Danareksa, mengindikasikan adanya sentimen negatif yang perlu diwaspadai oleh investor.
Koreksi pasar ini dihubungkan dengan isu internasional, di mana "kegagalan negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan" menjadi faktor yang menekan sentimen pasar saat itu, demikian analisis yang disampaikan BRI Danareksa.